Netral English Netral Mandarin
17:06 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat Masih Menghantui Kota Padang, Sumbar

Rabu, 16-December-2020 23:41

Ilustrasi alat pengukur kekuatan gempa
Foto : Istimewa
Ilustrasi alat pengukur kekuatan gempa
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Para ahli menyebut potensi gempa bumi yang dapat memicu tsunami besar ternyata bukan hanya mengancam pulau Jawa. Potensi serupa juga menghantui Padang, Sumatera Barat bila terjadi patahan Megathrust Mentawai, yang mengakibatkan gempa bumi berkekuatan 8,9 magnitudo dan tsunami.

Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengingatkan akan potensi gempa bumi besar dan tsunami hingga 10 meter di provinsi ini.

Namun, hal ini dimaksudkan bukan untuk membuat masyarakat panik, tetapi lebih mengingatkan akan perlunya kesiapsiagaan akan potensi gempa dan tsunami yang bisa datang kapan saja.



Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang PK Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) Syahrazad Jamil pada diskusi virtual terkait upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Provinsi Sumbar yang digelar beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, pasca gempa besar tersebut terjadi maka akan langsung disusul oleh tsunami. "20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi enam hingga 10 meter dengan jarak dua hingga lima kilometer," kata Jamil seperti dikutip dari Antara, beberapa waktu lalu. 

Jamil merinci bahwa bila terjadi patahan Megathrust Mentawai, yang mengakibatkan gempa bumi berkekuatan 8,9 magnitudo dan tsunami. Menurutnya, pasca gempa besar tersebut terjadi maka akan langsung disusul oleh tsunami.

"20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi enam hingga 10 meter dengan jarak dua hingga lima kilometer," kata Jamil.

Bencana alam tersebut diprediksi setidaknya berdampak pada 1,3 juta penduduk. Dengan menggunakan skenario terburuk, diperkirakan 39.321 jiwa meninggal dunia, 52.367 hilang dan 103.225 mengalami luka-luka.

"Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Minangkabau hancur, itu prediksi para ahli," katanya.

Sebagaimana diketahui, ujar dia, Pulau Sumatera sudah mengalami beberapa kali bencana tsunami. Khusus di Sumbar, tsunami terjadi di Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober 2010 dengan menelan korban jiwa hingga 408 orang.

Sebelumnya Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan ancaman gempa bumi besar dan tsunami tersebar di seluruh Indonesia karena ada 13 megathrust.

"Ini semua memiliki zona megathrust, dan semuanya memiliki potensi dan historis, serta perlu menyiapkan mitigasinya. BMKG disini selalu siap memberikan peringatan dini tsunami, mengedukasi masyarakat dan menyediakan sarana perluasan info peringatan dini tsunami," kata Daryono seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (28/09/2020).

Berdasarkan data BMKG 13 megathrust di Indonesia tersebar dari Aceh sampai Papua. Rinciannya megathrust Aceh-Andaman, Nias-Simelue, Batu, Mentawai Siberut dan Mentawai-Pagai.

Berikutnya adalah megathrust Enggano, Selat Sunda, Jawa Barat-Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumba. Berikutnya adalah megathrust Sulawesi Utara, Filipina, dan Papua.

Daryono mengatakan ada beberapa kawasan secara historis sudah pernah terjadi gempa megathrust, namun ada juga yang belum. Misalnya barat Sumatera di Mentawai, selatan Banten dan selat Sunda, selatan Jawa Timur, Selatan Bali, dan Maluku Utara, antara Sulawesi, Papua, dan termasuk Banda, adalah kawasan yang sebenarnya sudah lama sekali tidak terjadi gempa.

"Tapi kembali kapan terjadinya tidak tahu, harus ada upaya mitigasi yang konkret," kata dia.

Jamil menambahkan guna mewaspadai kemungkinan terburuk tersebut, Provinsi Sumbar melakukan berbagai upaya, di antaranya membangun kemitraan dan koordinasi bersama Non Governmnet Organization (NGO) nasional maupun internasional termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pemerintah Sumbar, lanjut dia, juga bekerja sama dalam pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan kelompok siaga bencana hingga tingkat desa atau kelurahan.


Selanjutnya, kerja sama dengan TNI dan Polri terus diperkuat dalam hal penanggulangan bencana termasuk dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di provinsi tersebut.

Tidak hanya itu, program dan kegiatan pengurangan risiko bencana juga terus dikuatkan dengan membentuk satuan pendidikan aman bencana, kelompok siaga bencana, latihan evakuasi mandiri dan pembangunan sarana mitigasi serta evakuasi berupa shelter, peta jalur evakuasi, dan peringatan dini.

"Bantuan shelter yang kita bangun memberikan rasa aman bagi masyarakat. Apalagi, sejak kejadian gempa 2009 sudah menjamur bangunan seperti hotel yang memberikan rasa aman," katanya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati