Netral English Netral Mandarin
05:24 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Presiden Ingin Aktifkan Calling Visa Israel, TZ Sindir Begini

Senin, 30-November-2020 20:20

Ustadz Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Ustadz Tengku Zulkarnain
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tokoh oposisi Tengku Zulkarnain menyindir Presiden Joko Widodo yang ia anggap sebagai orang bermuka dua. Sindiran itu terkait dengan rencana pemerintah untuk mengaktifkan Calling Visa dari negara Israel. Padahal menurut mantan Wakil Sekjen MUI itu, presiden pernah menyerukan bahwa dirinya membela dan mendukung Palestina.

“Seruannya membela Palestina dan mendukung Palestina. Tindakannya mau mengaktifkan Calling Visa dari negara Israel. Inikah yg namanya streotip...?
Alias BERMUKA DUA...? Nanya saja nih...” tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Senin (30/11/2020).

Cuitan Tengku Zul sontak mendapat respon dari para pengikutnya di Twitter seperti terpantau berikut;



@baharirwan2: Bukannya lebih pas disebut "munafik" Ustadz
@xiuxia1_B: bermuka dua plus bermuka tembok..
@RofikNeuer: Kalau masih wacana jangan dikritik..  karna disitulah oposisi selalu kalah..

Sebelumnya, rencana presiden mengaktifkan calling visa Israel itu juga dikritisi oleh politisi Partai Gerindra Fadli Zon. 

Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia membatalkan calling visa.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter-nya @fadlizon pada Sabtu (28/11/2020).

"Rencana Pemerintah @jokowi mengaktifkan calling visa utk Israel adalah sebuah pengkhianatan thd perjuangan politik luar negeri RI selama ini. Harus dibatalkan sesegera mungkin," tulis Fadli Zon.

"Selain bertentangan dengan konstitusi juga melukai umat Islam di Indonesia. @Menlu_RI," tambahnya.

Sementara itu dikutip dari Tribunnews, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel.

Yang diduga sebagai bagian dari soft diplomasi untuk normalisasi hubungan politik dengan Israel.
Padahal antara Indonesia dan Israel tidak ada hubungan diplomatik. Apalagi sebelumnya, Presiden Jokowi, telah menyatakan secara terbuka seruan boikot terhadap Israel, sebagai bentuk dukungan atas perjuangan Palestina.

"Pada 2016 lalu, Presiden Jokowi secara heroik menyerukan dan mengajak negara-negara muslim di KTT Organisasi Kerja Sama Islam untuk memboikot Israel. Seharusnya seruan ini yang sungguh-sungguh diperjuangkan dan diimplementasikan oleh pemerintah RI, bukan malah mengaktifkan calling visa untuk Israel," kata HNW melalui keterangannya, Jumat (27/11/2020).

HNW khawatir dengan pengaktifan kembali calling visa Israel ini bisa berlanjut kepada normaliasi hubungan dan pembukaan hubungan diplomatik kedua negara yang sejak Presiden Soekarno sudah ditolak.

 

Reporter : dimas
Editor : Sesma