Netral English Netral Mandarin
06:39 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Muannas Nilai Proses Hukum terhadap Said Didu Penting untuk Memberikan Efek Jera

Sabtu, 26-December-2020 19:30

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid 
Foto : Istimewa
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid 
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Sidu (MSD) kembali dipolisikan gara-gara pernyataannya lewat media sosial.

Pada April 2020 lalu, Said Didu dilaporkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Laporan itu terkait video yang diunggah Said Didu di kanal YouTube pribadinya dengan judul "MSD: Luhut hanya pikirkan uang, uang, dan uang".



Kali ini, Said Didu dipolisikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Jagakarsa, Wawan, pada Rabu (23/12/2020), atas kasus dugaan ujaran kebencian terkait SARA dan penghinaan terhadap penguasa.

Said Didu dilaporkan karena cuitan akun Twitter-nya yang berbunyi ‘Terima kasih atas penjelasan mas Qodari. Akhirnya kami tahu bahwa Bapak Presiden inginkan Menag untuk menggebuk Islam. Sekali lagi terima kasih'.

Mengomentari hal itu, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid menilai, cuitan Said merupakan tuduhan yang serius terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. 

Karenanya, menurut Muannas, proses hukum kasus tersebut sangat penting untuk memberikan efek jera kepada deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Pasalnya, lanjut Muannas, tidak ada kejelasan dalam laporan LBP terdahulu, membuat Said merasa benar dan mengulangi perbuatannya dengan 'menyerang' Presiden dan Menag.

"Proses hukum terhadap Said Didu ini penting, agar dia menyadari apa yang dia lakukan itu melanggar hukum," tulis Muannas di akun Twitter-nya, Sabtu (26/12/2020).

"Tidak ada kejelasan dalam laporan LBP terdahulu membuat dia merasa benar dan mengulangi lagi perbuatannya soal pelintiran ‘gebuk islam’, tuduhan serius terhadap Presiden dan Menag RI. @DivHumas_Polri," tegas Muannas. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli