Netral English Netral Mandarin
20:50 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Rizieq Siap Mati Syahid Hadapi Teror, DS: Tapi yang Dikorbankan Orang Sekitarnya

Kamis, 10-December-2020 14:30

Denny Siregar, pegiat media sosial.
Foto : Facebook Denny Siregar
Denny Siregar, pegiat media sosial.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar suara rekaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait penembakan enam laskar oleh polisi di Tol Jakarta Cikampek KM 50, pada Senin 7 Desember 2020 dini hari.

Dalam rekaman tersebut, Habib Rizieq siap mati syahid dan dirinya juga tidak takut menghadapi teror yang ditujukan kepadanya.

Pernyataan Rizieq Shihab dalam rekaman tersebut pun, lantas ditanggapi pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar.



"Siap mati syahid, tapi yang dikorbankan orang2 di sekitarnya.. Hahahaha...," kata Denny dalam akun Twitternya, @Dennysiregar7.

Diketahui dalam rekaman tersebut, Rizieq Shihab menegaskan, dirinya bersama keluarga siap mati syahid menghadapi teror.

"Allah mentakdirkan sesuai kehendak Allah. Demi Allah saya dan keluarga siap setiap saat untuk menghadapi mati syahid. Tidak akan pernah takut untuk menghadapi teror," tegas Rizieq.

Habib Rizieq memastikan, tidak ada satu pun laskar yang mengawal dirinya melakukan penyerangan seperti apa yang dituduhkan polisi terhadap keenam korban yang telah ditembak mati.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan dirinya belum bisa memastikan apakah rekaman suara tersebut memang benar Habib Rizieq. “Saya tidak tahu,” kata Aziz saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (9/12/2020).

Aziz menekankan mengapa dirinya belum bisa memastikan apakah suara itu benar pentolan FPI itu, karena beberapa hari ini sedang tidak berkegiatan bersama.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP