Netral English Netral Mandarin
16:23 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Rupiah dan IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Ini Faktornya

Senin, 30-November-2020 10:40

Monex
Foto : Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan anta
Monex
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan berpeluang menguat didukung sentimen vaksin COVID-19.

Rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.070 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.090 per dolar AS.

"Dolar AS terlihat melemah pagi ini karena pernyataan Trump di akhir pekan lalu soal vaksin akan mulai didistribusikan di awal Desember ini," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, Senin, (30/11/2020).



Ariston menuturkan, indeks dolar mencetak level terendah baru pada 2020 pagi ini di kisaran 91,67.

"Ini mendorong sentimen positif di pasar keuangan dan memicu penguatan nilai tukar terhadap dolar AS, termasuk nilai tukar emerging market," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bisa bergerak menguat di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.150 per dolar AS.

Pada Jumat (27/11) lalu, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.090 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.100 per dolar AS.
 
SementaraIndeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpotensi menguat namun diprediksi akan dibayangi aksi ambil untung.

IHSG Senin pagi dibuka melemah 3,66 poin atau 0,06 persen ke posisi 5.779,67. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,17 poin atau 0,13 persen ke posisi 918,94.

"IHSG berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan ini, tetapi mulai sangat berisiko mengalami aksi ambil untung mengingat kenaikan yang hampir tanpa koreksi berarti," kata Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee di Jakarta, Senin.

Hans menuturkan, kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia meningkat seiring perkembangan vaksin COVID-19 dan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden di Amerika Serikat. Hal ini di tambah IMF telah mengakui dari kelompok G-20 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 adalah yang terbaik kedua setelah China.

Data menunjukkan sejak 1 Oktober 2020 ada aliran dana gabungan senilai 48 miliar dolar AS masuk ke sembilan bursa saham. Kesembilan bursa itu adalah Jepang, India, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

"Optimisme investor ritel di tambah aliran dana asing membuat IHSG terlihat menguat dari awal Oktober sampai saat ini," ujar Hans, dilansir Antara.

Sementara itu, survei oleh Komisi Eropa menunjukkan sentimen ekonomi zona Euro turun pada November. Penurunan tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir akibat gelombang kedua COVID-19 yang melanda benua Eropa.

Terjadi penurunan aktivitas bisnis Prancis pada November karena penguncian kedua akibat penyebaran COVID-19. Jumlah infeksi COVID-19 di Jerman telah melampaui angka satu juta dengan jumlah kematian harian mencapai rekor tertinggi hari di minggu lalu.

"Peningkatan kasus COVID-19 di ikuti pembatasan bisnis menjadi sentimen negatif di pasar saham," kata Hans.

Hans memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di level 5.669 sampai 5.427 dan resisten di level 5.800 sampai 5.900.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 18,38 poin atau 0,07 persen ke 26.663,09, indeks Hang Seng turun 19,41 poin atau 0,07 persen ke 26.875,27, dan indeks Straits Times terkoreksi 1,62 atau 0,06 persen ke 2.852,27.

 

Reporter : sulha
Editor : sulha