Netral English Netral Mandarin
21:31 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Sambut 1 Juta Pengangguran Baru, Ganjar Siapkan Pelatihan hingga Pendampingan Usaha

Kamis, 03-December-2020 22:30

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah
Foto : jatengprov.go.id
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah
17

SEMARANG, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi prediksi penambahan jumlah tenaga kerja yang di-PHK pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. 

"Baru saja seorang pakar ekonomi memberikan 'warning' (peringatan) kepada saya bahwa pengangguran di Jawa Tengah akan bertambah sekitar 900.000-1,2 juta," kata Ganjar pada Pertemuan Tahunan BI yang diselenggarakan secara virtual di Semarang, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, Jawa Tengah harus bersiap dan salah satu yang harus dilakukan mempersiapkan mental para tenaga kerja ini agar tidak terpuruk jika benar terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).



"Agar tidak 'down' kami siap memfasilitasi pelatihan, akses permodalan, pendampingan, dan persiapan memasuki dunia bisnis yang baru," katanya.

Menurut Ganjar, langkah tersebut dilakukan sebagai alternatif munculnya "startup" atau pelaku bisnis baru. Terkait hal itu, ia meminta seluruh pihak memberikan narasi yang baik untuk masyarakat, bangsa, dan Negara dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Sementara itu, dikatakannya, pandemi COVID-19 yang berdampak pada krisis ekonomi di tahun 2020 saat ini mulai menunjukkan perbaikan.

Ia mengatakan setelah sempat mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II sebesar 5,32 persen, untuk triwulan III membaik menjadi kontraksi 3,49 persen.

"Harapannya akhir tahun ini lebih baik lagi. Inovasi dan kreasi terus dijalankan, semua mencoba agar bisa bangkit termasuk UMKM lebih 'ngeh' (paham) untuk beradaptasi dalam kebiasaan baru, cara bisnis, cara jual, dan bagaimana paham secara digital untuk bisa melakukan transaksi," katanya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Jawa Tengah yang sejauh ini bisa menjaga kondusivitas keamanan. Menurut dia, jika kondusivitas terjaga maka investor akan datang.

"Kami sudah buka pintu (untuk investor), bahkan sudah bicara langsung dengan investor yang beberapa waktu lalu sudah memberikan daftar ke kita tapi tertunda karena pandemi," katanya, seperti dilansir Antara.

Reporter :
Editor : Irawan HP