Netral English Netral Mandarin
14:07 wib
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Yonex Thailand Open 2021 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (17/1) siang. Kedua wakil berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran. Sebanyak enam orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), di sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, jadi daerah terdampak.
Sebut Aksi 1812 Sebagai Demo Sampah, DT Minta Polisi Tembak Mati Pendukung Rizieq

Jumat, 18-December-2020 18:58

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Politisi PDIP Dewi Tanjung menyoroti aksi 1812 yang digelar Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI.

Dewi menyebut Aksi 1812 sebagai demo sampah. Bahkan Dewi Tanjung menyebut FPI sendiri sebagai kelompok sampah negara.

Tak tanggung-tanggung, Dewi Tanjung mengatakan bahwa aparat kepolisian dalam hal ini harus tegas dalam bertindak.



Jika perlu polisi tembak mati pendukung Habib Rizieq saat Aksi 1812. Sebab telah melanggar aturan pandemi COVID-19.

"Polisi harus tegas. FPI dan siapapun tidak boleh mengadakan demo di tengah penyebaran Covid-19," kata Dewi Tanjung akun Twitter pribadinya, @Dtanjung15.

"Tangkap atau tembak mati apabila mereka memaksa untuk melakukan aksi demo sampah," lanjutnya lagi.

Ia pun meminta negara untuk tidak takut terhadap FPI karena menurut Dewi, mereka adalah kelompok sampah negara dan kerap membuat gaduh.

"Negara jangan takut sama FPI karna mereka hanya kelompok sampah negara yang suka bikin gaduh di negara ini," ujarnya.

Diketahui Aksi 1812 ini digelar menuntut agar kasus penembakan terhadap enam laskar FPI pada 7 Desember 2020 diusut tuntas dan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditahan sejak Minggu (13/12/2020) oleh Polda Metro Jaya karena kasus kerumunan pada pernikahan anaknya di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020, dibebaskan. 

Aksi ini sedianya akan dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, namun sejak pagi Jalan Medan Merdeka Barat yang merupakan salah satu akses menuju Istana, telah diblokade oleh polisi, sehingga masaa yang mulai berdatangan selepas sholat Jumat,  tertahan di area Patung Kuda.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli