Netral English Netral Mandarin
04:54 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Selain Profesional, Penegakan Hukum Jangan Justru Menimbulkan Ketakutan

Selasa, 15-December-2020 15:07

Ilustrasi: Selain Profesional, Penegakan Hukum Jangan Justru Menimbulkan Ketakutan
Foto : Brito.id
Ilustrasi: Selain Profesional, Penegakan Hukum Jangan Justru Menimbulkan Ketakutan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penegakan hukum di kalangan masyarakat jangan sampai justru menimbulkan ketakutan. Persoalan ini penting digarisbawahi. 

Beberapa waktu terakhir, publik disuguhkan rangkaian peristiwa menegangkan. Salah satunya adalah terkait aksi kerumunan massa saat Habib Rizieq Shihab kembali ke tanah air hingga kemudian ditahan Polda Metro Jaya.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, muncul pertitiwa berdarah dengan tewasnya 6 anggota FPI. Ada banyak pihak menyoroti tentang bagaimana penegak hukum semestinya meningkatkan profesionalitasnya sehingga tidak menelan korban yang tidak semestinya.

Baca Juga :


Persoalan ini rupanya juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Meski secara tidak langsung menanggapi masalah penembakan 6 anggota FPI, Jokowi mengungkit masalah profesionalitas aparat hukum.

Dalam dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020 di Istana Negara Jakarta, Senin (14/12/20), Jokowi menegaskan kepada jajarannya agar upaya penegakan hukum di kalangan masyarakat jangan sampai justru menimbulkan ketakutan.

“Penegakan hukum juga jangan menimbulkan ketakutan yang menghambat percepatan, yang menghambat inovasi,” kata Presiden Joko Widodo.

Ia mengatakan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum harus ditingkatkan.

Selain itu, integritas dan profesionalisme penegak hukum termasuk jaksa merupakan keharusan.

“Pengawasan dan penegakan disiplin internal harus diperkuat. Kejaksaan harus bersih. kejaksaan harus bersih, kejaksaan harus dapat jadi role model penegak hukum yang profesional dan berintegritas,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan bahwa pembenahan dari hulu hingga hilir di kejaksaan, dan dalam relasinya lembaga penegak hukum lain harus terus diefektifkan.

“Rekrutmen dan promosi harus dilakukan dengan meritokrasi dengan transparan dan terbuka. Integritas jaksa wawasan kebangsaan dan kesiapan menghadapi permasalahan hukum di masa mendatang harus diutamakan,” katanya.

Presiden ingin agar lembaga penegakan hukum bersinergi untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik tanpa menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.

Penegakan HAM

Selain itu profesionalitas , Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Kejaksaan RI perlu memberikan kemajuan konkret dalam penuntasan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di masa lalu.

“Kejaksaan adalah aktor kunci dalam penuntasan pelanggaran HAM masa lalu. Kemajuan konkrit dalam upaya penuntasan pelanggaran HAM masa lalu perlu segera terlihat,” kata Presiden Jokowi saat membuka secara virtual Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia dari Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi mengingatkan komitmen untuk menuntaskan masalah HAM di masa lalu harus terus dilanjutkan.

Kejaksaan Ri juga perlu meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Komisi Nasional HAM dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

“Kerja sama dengan pihak-pihak terkait terutama dengan Komnas HAM perlu untuk diefektifkan. antisipasi terhadap tantangan masa depan juga harus terus ditingkatkan,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan kejaksaan adalah institusi terdepan dalam penegakan hukum. Kiprah kejaksaan adalah wajah pemerintah, dan wajah kepastian hukum Indonesia di mata rakyat, serta di mata internasional.

"Tanpa kejaksaan yang bersih dan dipercaya, satu fondasi penting pembangunan nasional akan rapuh," kata Kepala Negara.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan RI tersebut, Presiden dari Istana Negara didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto