Netral English Netral Mandarin
10:28 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Siap Gelar Aksi 1812, PA 212: Makam 6 Syuhada Pahlawan Revolusi Akhlak Belum Kering...

Sabtu, 18-April-2020 08:47

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif 
Foto : Istimewa
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif 
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, makam 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) belum kering, namun publik kembali dikejutkan dengan penahanan Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya.

Menurutnya, 6 Laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020), merupakan pahlawan revolusi akhlak. Sementara untuk penahanan Habib Rizieq terkait kasus kerumunan di Petamburan, Slamet menuding Imam Besar FPI itu dizalimi dan dikriminalisasi.

"Saudaraku, ihwan fillah, mujahid dan mujahidah 212. Makam 6 syuhada, pahlawan revolusi akhlak belum kering, cucuran darah masih sangat terngiang di telinga kita, imam besar kita kembali dizholimi dan kriminalisasi," kata Slamet dalam video yang diunggah di kanal YouTube Front TV, Kamis (17/12/2020).



Slamet meyakini, dua peristiwa yang menimpa FPI itu tidak menyurutkan semangat perjuangan mujahid dan mujahidah 212.

"Saya yakin, ini semua tidak membuat semangat kita menjadi lemah. Saya yakin dan percaya justru ini semua membuat semangat perjuangan kita meningkat perpuluh-puluh kali lipat," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Slamet terkait rencana Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) NKRI menggelar Aksi 1812 bertajuk 'Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI' di depan Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (18/12/2020) siang ini.

Slamet mengaku, dirinya akan ikut dalam Aksi 1812 demi melanjutkan perjuangan untuk menegakkan keadilan atas tewasnya 6 laskar FPI dan kasus yang menjerat Habib Rizieq.

"Oleh karenanya, Insya Allah di hari Jumat tanggal 18 Desember 2020 jam 13.00 (WIB) di depan Istana Negara akan ada aksi dari Anak NKRI. Dan Insya Allah saya akan hadir disana untuk melanjutkan perjuangan kita semua demi tegaknya keadilan," terangnya.

"Siapapun eksekutor dan aktor intelektual dari pembunuhan 6 syuhada harus diungkap sampai tuntas dan terbuka untuk rakyat Indonesia. Oleh karenanya, teruslah berjuang untuk tegaknya keadilan demi selamatkan NKRI," tegas Slamet.

Lebih jauh, Slamet menghimbau kepada warga yang akan ikut ambil bagian dalam Aksi 1812 supaya mematuhi protokol kesehatan (prokes), tertib dan menjaga kebersihan di lokasi aksi.

"Jangan lupa bagi yang hadir tetap wajib jaga protokol kesehatan, wajib pakai masker, jaga jarak, harus tertib dan jaga kebersihan. Tunjukkan akhlak kita di mata umat Islam, di mata rakyat Indonesia dan di mata dunia. Teruslah berjuang demi tegaknya keadilan. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anak NKRI yang merupakan gabungan sejumlah ormas, seperti PA 212, FPI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), akan menggelar Aksi 1812 di depan Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (18/12/2020).

Aksi 1812 digelar terkait kasus penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek dan penahanan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya dalam kasus kerumunan di Petamburan pada 14 November 2020.

Ada sejumlah tuntutan yang akan disuarakan Anak NKRI pada aksi bertajuk 'Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI' itu,
diantaranya usut tuntas kasus tewasnya 6 Laskar FPI, bebaskan Habib Rizieq tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama dan stop diskriminasi hukum.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati