Netral English Netral Mandarin
00:47 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Soal Menag, Novel PA 212 Sentil Gus Yaqut yang Pernah Juluki Ahok Sunan Kalijodo

Kamis, 24-December-2020 16:00

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Foto : PA 212
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengomentari keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menjadi Menteri Agama (Menag). 

Menurut Novel, masih banyak putra putri terbaik bangsa yang lebih layak menduduki kursi Menag dibanding Gus Yaqut. 

"Masih banyak putra putri terbaik yang profesional dan berpengalaman di bidangnya yang bisa mempersatukan umat serta lurus," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (23/12/2020).



Novel menambahkan, seharusnya yang menjadi Menteri Agama adalah figur yang bisa mempersatukan seluruh anak bangsa, bukan sosok yang membuat gaduh. 

Namun, lanjut Novel, yang dipilih Presiden Jokowi justru orang yang pernah menjuluki mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) sebagai 'Sunan Kalijodo'. 

Diketahui, julukan Sunan Kalijodo disematkan Gus Yaqut kepada Ahok pada 2017 lalu. Hal itu terkait dengan keberhasilan Ahok mengubah kawasan Kalijodo dari sarang prostitusi dan perjudian ilegal menjadi kawasan ruang terbuka hijau dan RPTRA, bahkan jadi destinasi wisata.

"Namun justru pemberi gelar Sunan Kalijodo yang diberikan amanah jabatan. Padahal kan sebenarnya saat ini diperlukan tokoh yang bisa mempersatukan, bukan yang membuat porak poranda bangsa ini. Apalagi orang yang belum bisa mengamalkan Pancasila dan agamanya dengan baik," ungkap Novel. 

"Saya hanya jadi teringat hadist Nabi Muhammad SAW 'Jika jabatan diberikan bukan kepada yang ahlinya maka tinggal tunggu kehancurannya'. Dan itu sudah terbukti di Menag sebelumnya namun kali ini akan dibuat hancur lagi," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani