Netral English Netral Mandarin
01:58 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Syekh Ali Jaber Prediksi Ini yang Akan Terjadi Pasca-Penghinaan Presiden Prancis

Senin, 02-November-2020 13:39

Syekh Ali Jaber
Foto : Fajar
Syekh Ali Jaber
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendakwah Syekh Ali Jaber turut angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia menyinggung terkait penghinaan Presiden Macron terhadap Nabi Muhammad SAW di Prancis.

Syekh Ali percaya, apa yang terjadi di Prancis tidak lama lagi akan dihadirkan hikmah oleh Allah dibandingkan kehinaan.

"Akan Allah hadirkan ribuan, bahkan Insya Allah jutaan orang, akan mengucapkan keimanan 'Laailaha Illallah Muhammadur Rasulullah' dan sikap akhlak yang mulia yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Syekh Ali, dikutip dari laman PKS. 



Pernyataan itu disampaikan Syekh Ali saat mengisi tausiyah dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (1/11/2020).

Syekh Ali menyebut, apa yang dilakukan Presiden Prancis memang melukai hati umat. Namun, Syekh Ali Jaber menyebut bisa jadi selama ini kita yang menyakiti Rasulullah dengan tidak bersatu.

"Kira-kira mana yang lebih parah? Menyakiti Rasulullah atau Prancis menyakiti kita?" tutur dia.

Dia ajak jamaah bersatu menanamkan kejujuran, menjaga kebersamaan dan kebersatuan. Menurutnya boleh ada beda pandangan, tetapi harus belajar saling menghormati.

"Tidak semua orang suka apa yang kita perjuangkan. Biarkan saja suara-suara yang ingin menjatuhkan," ujar Syekh Ali.

Reporter : Martina
Editor : Anto