Netral English Netral Mandarin
11:00 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Tanpa Proses Pemberitahuan, Warga Pertanyakan Pemutusan Aliran Listrik oleh PLN di Alur Laut

Selasa, 15-December-2020 00:01

Ilustrasi pemadaman listrik oleh PLN.
Foto : Istimewa
Ilustrasi pemadaman listrik oleh PLN.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Diduga memutuskan aliran listrik secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, PT PLN Marunda Jakarta Utara mendapat protes dari warga.

Seorang warga bernama Yohannes Sihombing mengadukan hal itu ke PT PLN Jakarta dengan mengirimkan surat. Meski demikian dirinya mengaku tak ada tanggapan dari PLN Jakarta.

"Surat kami yang tidak mendapat tanggapan dari PT. PLN (Persero). Kepada Bapak (Komisaris PT PLN Persero) kiranya kami dapat dibantu untuk permasalahan pembongkaran," kata Yohannes dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/12/2020).



Adapun permasalahannya bermula menurut Yohannes saat rumah orang tuanya yang terletak di Alur Laut, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara sedang bermasalah dan berproses hukum pada pengadilan negeri Jakarta Utara dengan putusan NO (Niet Ontvankelijke Verkklaan).

“Jadi belum ada putusan hukum yang tetap dari pengadilan (INKRACHT)," ujar dia.

Namun, dirinya menjelaskan, PT.Kreanova

Pharmart pihak yang sedang bersengketa atas rumah itu, diduga telah membuat surat permohonan ke PT.PLN (UPT) Marunda untuk menghentikan aliran listrik dengan menunjukkan akte jual beli (Notaris) dan SHM dari Badan Pertanahan Nasional.

“Dan itu menurut kami adalah cacat hukum dan sedang berproses di pengadilan,” ungkapnya.

Surat permintaan PT.Kreanova Pharmart akhirnya ditanggapi tanggal 13 Oktober 2020 PT. PLN Marunda langsung membongkar, mencabut dan memutuskan listrik. "Bahkan setelah kami pasang kembali listrik prabayar pun tidak berapa lama aliran listrik di rumah tersebut diputus kembali," terangnya.

Yohannes mempertanyakan pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh PT PLN Marunda.  “Apakah karena persoalan hukum kami dengan PT. Kreanova Phartmart sehingga PT PLN Marunda menyetujui surat permohonan mereka dan memutuskan aliran listrik kami dan bukankah kami tidak ada tunggakan tagihan listrik kepada pihak PT PLN Marunda,” tanya dia.

Yohannes menambahkan pihaknya meminta kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti pemutusan listrik di rumahnya itu. “Jika tidak ada tanggapan maka kami akan bertindak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli