Netral English Netral Mandarin
17:46 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Terapkan Protokol Kesehatan di Destinasi Pariwisata Lombok

Rabu, 09-December-2020 05:40

Pemandu Lokal Desa Sukarara Nafsiah
Foto : Netralnews-Martina Rosa Dwi Lestari
Pemandu Lokal Desa Sukarara Nafsiah
13

LOMBOK, NETRALNEWS.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan di destinasi pariwisata di Indonesia, salah satunya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai protokol yang dimaksud yakni tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Seperti diketahui, ada berbagai destinasi wisata di daerah timur Indonesia satu ini. Beberapa diantaranya adalah Desa Sukarara, Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, dan Bukit Marese.

Di Desa Sukarara, Lombok Tengah, NTB sendiri Anda bisa mengetahui budaya warisan leluhur seperti kerajinan kain tenun songket . Desa ini dikenal sebagai daerah dengan penghasil kasin songket yang terkenal di Lombok.



Pemandu Lokal Desa Sukarara Nafsiah menuturkan, ada dua jenis proses menenun yakni gedogan dan ikat. Proses menenun gedogan biasanya dilakukan oleh kalangan wanita dan cukup melatih kesabaran.

“Di sini tradisi Suku Sasak, yang khususnya di Kampung Sukarara, untuk perempuan di sini kalau belum bisa menenum belum diperbolehkan menikah. Jadi harus bisa menenun terlebih dahulu baru bisa menikah,” kata Nafsiah saat diwawancarai Netralnews di Desa Sukarara, Selasa (8/12/2020).

Lebih lanjut Nafsiah akui bahwa membuat sebuah kain dibutuhkan waktu yang lama. Bayangkan saja, selam satu hari, dari pagi hingga sore, penenun menghasilkan 15cm saja. Tak heran, bila dibutuhkan waktu tiga minggu hingga berbulan-bulan untuk menghasilkan sebuah Songket.

“Satu Songket pengerjaannya ada yang tiga minggu, ada yang satu bulan dan lebih. Tergantung dari mood dan tingkat kesabaran, dan beda orang, beda hasil,” tutur Nafsiah yang mengenakan masker.

Tetapi ternyata, menenun gedogan tidak boleh dilakukan oleh kaum pria. Konon cara menenun tersebut bisa berisiko mandul , sehingga tidak memiliki keturunan.

“Untuk laki-laki tidak boleh lakukan tenun gedogan, karena bisa mandul. Maka untuk laki-laki ada yang membuat tenun ikat,” ujar dia.

Pantai di Lombok

Dari Desa Sukarara, kita bergeser ke beberapa Pantai di Lombok. Beberapa diantaranya Kuta Mandalika dan Pantai Tanjung Aan.

Tidak hanya di Kota Bali, Lombok juga ternyata memiliki Pantai Kuta. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta.

Di lokasi ini, Anda jangan kaget bila dihampiri sejumlah ibu-ibu yang menjajakan tenun. Tidak hanya itu, ada juga anak-anak yang menawarkan gelang, dan bapak-bapak yang menawarkan Kelapa Muda segar.

Selain itu, ada juga Pantai Tanjung Aan. Pantai ini juga berada di Kawasan Mandalika yang dekat dengan proyek Sirkuit Mandalika.

Sama dengan di Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan juga memiliki buliran pasir putih dan air yang biru. Menurut pantauan Netralnews, ada sebuah icon di pantai ini, yakni sebuah ayunan dari kayu.

Di dekat Pantai Tanjung Aan, ada pula Bukit Marese. Bukit ini hijau dan berumput tipis, serta jalanan yang sedikit berkerikil dan menanjak. Di atas bukit, bisa terlihat berbagai pemandangan, diantaranya bukit-bukit hijau, lautan, hingga pantai-pantai.

Bagi Anda yang ingin melihat berbagai inspirasi wisata lain di Indonesia, bisa melihat di website: https:/www.indonesia.travel/id/id/i-do-care-covid-19. Bisa juga melihat berbagai unggahan di akun @pesonaid_travel dan @indonesia.travel.

Apabila nanti kondisi sudah membaik, tetap jadi pahlawan bagi negeri sendiri dengan berwisata #DiIndonesiaAja. Selain itu tetap cintai lingkungan dengan cara sederhana, membuang sampah pada tempatnya dan tidak lupa terapkan protokol kesehatan di destinasi wisata. Diantaranya, memaskai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.       

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani