Netral English Netral Mandarin
01:16 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Teroris Disuport Dana Kotak Amal, DS: Mencapai 2 sampai 3 Miliar Perhari, Kita Tanpa Sadar...

Selasa, 01-December-2020 07:20

Denny Siregar
Foto : Istimewa
Denny Siregar
46

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapa menyangka bahwa salah satu pendanaan kuat jaringan teroris adalah dari kotak amal di berbagai daerah? Hal ini berhasil disingkap aparat kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) masih tetap eksis hingga saat ini lantaran memiliki dukungan finansial yang kuat.

"Polri juga menemukan bahwa JI memiliki sejumlah dukungan dana yang besar di mana dana ini bersumber dari badan usaha milik perorangan, atau milik anggota JI sendiri," katanya di Jakarta, Senin (30/11).



Dia menyebut, JI mendapatkan pendanaan dari sejumlah kotak amal yang tersebar di minimarket yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

"Dan penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan terletak di minimarket yang ada di beberapa wilayah di Indonesia," ujarnya.

Dana-dana tersebut digunakan oleh JI untuk operasi memberangkatkan para teroris ke Suriah dalam rangka pelatihan militer dan taktik teror. Bahkan digunakan untuk membayar gaji rutin para pimpinan Markaziyah JI.

"Serta pembelian persenjataan dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliyah / jihad organisasi JI," jelas Awi.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap Taufik Bulaga (TB) alias Upik Lawanga, terduga perakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Senin (23/11).

Menanggapi berita mengejutkan tersebut, pegiat media sosial, Denny Siregar, Selasa (1/12/20) membuat tanggapan melalui akun FB-nya, katanya: "Pernah ngobrol dengan anggota Densus. Pendapatan teroris dari kotak amal dan minta2 donasi pake amplop di depan pintu ATM atas nama masjid atau pesantren entah di daerah mana, mencapai 2 sampai 3 miliar rupiah. Perhari. Per hari, saudara2.."

"Dan kita tanpa sadar, karena belas kasihan, memberikan mereka logistik untuk memerangi kita sendiri.." tegasnya.

Reporter :
Editor : Taat