Netral English Netral Mandarin
23:51 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Umat Kristen Dibunuh dan Rumah Ibadah Dibakar, Apakah Indonesia Bersedih?

Senin, 30-November-2020 10:42

Azas Tigor Nainggolan
Foto : Istimewa
Azas Tigor Nainggolan
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kembali 4 orang dalam  satu keluarga Kristen dibantai dibunuh dengan keji di Sigi Sulawesi Tengah di negara Indonesia. Para pembunuh juga membakar tempat ibadah umat Kristen di Sigi.

Pertanyaannya ke mana pemerintah? Ke mana aparat keamanan? Ke mana intelijen negara? Mengapa bisa pembunuh membantai rakyat dengan bebas? Apa kerja pemerintah?

 Hari ini saya harus bicara dan mengecam pembunuhan serta pembantaian terhadap umat Kristen di Indonesia. Sudah beberapa hari kejadian pembunuhan ini terjadi tapi pelakunya belum juga ditangkap.



Mengapa negara, pemerintah kalah dari preman dan pembunuh? Apa kerja pemerintah? Menangkap pembunuh siang hari bolong kok tidak bisa dilakukan dengan segera?

Kami menunggu suara Presiden Jokowi untuk perlindungan rakyat Indonesia khsusunya uamt Kristiani. Jika untuk pembantaian di Perancis Pak Jokowi bersuara dan mengutuk, mari Bapak Presiden Jokowi bersuara keras mengutuk pembantaian 4 umat Kristen di Sigi, di Indonesia.

Sudah beberapa hari saya memendam marah dan kesedihan melihat pembunuhan dan pembantaian terhadap umat Kristen dibiarkan oleh pemerintah.

Saya sedih dan marah, pemerintah kalah,  terus saja umat Kristen dibantai dan dijadikan komoditas politik kekuasaan do negeri Indonesia. 

Bukankah kami umat Kristen juga bagian dari negeri ini dan ikut berjuang mendirikan bangsa ini? 

Atau kita umat Kristen memisahkan diri dari Indonesia dan merdeka saja keluar dari Indonesia jika terus dibunuh?

Jakarta, 30 November 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan.

Reporter :
Editor : Taat