Netral English Netral Mandarin
01:44 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Waspada! COVID-19 Sudah Singgah di Teras Rumah Kita

Senin, 07-December-2020 15:05

Covid sudah tiba di rumah kita.
Foto : Istimewa
Covid sudah tiba di rumah kita.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Covid sudah singgah di teras rumah kita, demikian ditegaskan Dr. Nadjibah Yahya yang begitu peduli dan prihatin dengan meningkatnya jumlah penyintas Covid-19 di beberapa kota besar di Indonesia.

“Kita kini berada di tahap di mana Covid 19 benar benar hadir di teras rumah kita.  Kasus semakin meningkat tak terkendali bahkan tak mampu tercatat lagi . Gelombang ke dua covid lebih mengerikan dari sebelum nya sesuai prediksi,” tulis Nadjibah dalan WAG, Minggu, (6/12/2020)..

Kini hampir setiap saat ia mengaku, menemani pasien menangis dan meratap,  walau semula tidak percaya dan abai. Mereka meregang nyawa akibat covid 19.



Menurut Nadjibah, kasus kasus positif covid 19 saat ini karena :

- Tidak pernah menggunakan masker
- Kasus bepergian keluar kota walau dengan tujuan menolong seseorang
- Kasus setelah menghadiri pernikahan
- Kasus setelah mencium tangan orangtua
- Kasus setelah menghadiri pangajian serta arisan dan lain lain

“Yang mengingatkan kita bahwa inilah dampak saat protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan maksimal.”

Menurut dia, ada juga kisah bahagia ketika beberapa kasus ternyata hanya dengan mematuhi aturan berupa pakai
masker ( dengan benar), jaga jarak ( jauhi kerumunan dan hajatan), dan sering mencuci tangan. Jadi pencegahan paling kuat untuk menularkan ke orang-orang yang kita sayangi.

“Ingat sekali kita terinfeksi virus ini akan ada komplikasi besar dalam beberapa organ di tubuh kita walau virus ini sudah tidak ada. Begitu besar daya rusak virus ini.”

Ketidakjujuran masih merajalela, sehingga kasus semakin tinggi tak terkendali. Kapankah semua sadar harus ada kebersamaan dalam menghadapi covid saat ini?

“Mari satukan ikatan, rapikan barisan untuk mencegah nya bersama. Tanpa kebersamaan semua akan kandas. Ingatlah banyaknya angka kematian di Indonesia seharusnya bisa menjadi bahan pelajaran untuk kita. Mohon kita patuhi aturan, jika kita tidak mau patuhi atau masih tidak percaya adanya covid 19, ijinkan kami untuk percaya dan menjaga kuat diri kami dan semua,” tandas Nadjibah.

Ia melanjutkan dengan membagikan catatan sebagai berikut:

Jangan membenci saat orang lain tertib pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan
Jangan menuduhnya was was. Was was itu penyakit dan menjaga protokol kesehatan adalah sebuah kearifan dalam bersikap. Bukan karena jijik atau takut tertular, tapi menjaga agar mereka tidak menulari.

Jangan mencerca saat orang lain sering cuci tangan dan menolak salaman, itu cara mereka menjaga kesehatan semua termasuk Anda.

Jangan tuduh seseorang memutus tali silaturahmi, saat orang menjauhi kerumunan, pertemuan dan berkunjung, justru orang orang inilah yang sedang menjaga silaturahmi tetap ada dan lengkap dengan semua personil tanpa ada seorang pun yang harus berpulang.
Jadi jangan mereka dicemooh.

Jangan nyinyir saat tenaga medis dan keluarganya menjaga erat aturan, itu semua karena mereka selalu mendampingi duka dan derita pasien positif covid 19  serta mereka sudah kehilangan sekian banyak sejawatnya.

Jangan kucilkan saat seseorang melarang anaknya bersekolah dan bermain bersama, itu hak nya untuk menjaga kesehatan anaknya.*

Wabah ini hadir di sekitar kita, kita punya cara masing masing untuk menghadapinya yang mungkin berbeda. Jadi hormati masing masing.  Tapi ingat bahwa masing masing kita akan mempertanggungjawabkan di hadapan Nya. Tidak mungkin akan sama nilainya orang yang menjaga ketat aturan demi kesehatan bersama dengan orang yang abai dengan dalih hanya bergantung pada tawakal tanpa ikhtiar.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani