Netral English Netral Mandarin
15:15 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Waspadai Penularan COVID-19 di Acara Resepsi Pernikahan

Sabtu, 12-December-2020 15:50

Waspadai Penularan COVID-19 di Acara Resepsi Pernikahan
Foto : Wedding
Waspadai Penularan COVID-19 di Acara Resepsi Pernikahan
12

TANJUNGPINANG, NETRALNEWS.COM - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan juga aparat pemerintahan untuk mewaspadai penularan COVID-19 yang terjadi dalam pesta pernikahan.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam, mengatakan sedikitnya tenaga kesehatan dan tenaga medis telah menangani tiga kasus penularan COVID-19 di lokasi yang berbeda, yang terungkap seusai pesta pernikahan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim tenaga kesehatan ditemukan pengantin yang tertular COVID-19 seusai pesta pernikahan. Dalam kasus lainnya juga ditemukan orang tua yang mendampingi pengantin saat bersanding di pelaminan, juga tertular COVID-19 seusai pesta pernikahan.



"Kami juga menemukan warga yang menghadiri pesta pernikahan tertular COVID-19," ujar Rustam, Sabtu, (12/12/2020).

Rustam mengatakan acara pesta pernikahan dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak. Bahkan dalam sehari mencapai 10 pasangan yang menyelenggarakan pesta pernikahan. Pesta pernikahan lebih banyak diselenggarakan di rumah, dibanding di gedung.

Pernikahan di kediaman atau rumah sulit terkendali, dibanding di dalam ruangan gedung. Contohnya, makanan yang disajikan prasmanan, bukan nasi kotak sehingga potensial terdapat virus, yang berasal dari orang yang tertular namun tidak bergejala.

Tamu undangan atau saudara yang berasal dari berbagai daerah juga hadir dalam pesta pernikahan itu.

"Dari hasil penelusuran kami, ada sejumlah tamu atau saudara pihak yang menikah berasal dari luar daerah. Tanpa disadari sudah tertular COVID-19," ungkap Rustam.

Menurut dia, pemerintah tidak dapat melarang aktivitas sosial tersebut, namun pihak yang menikah wajib mengendalikan pelaksanaan pesta pernikahan sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Harus dibangun rasa tanggung jawab dimulai dari diri kita sendiri untuk mencegah penularan COVID-19," tegasnya.

Ia mengatakan jumlah pasien COVID-19 di Tanjungpinang terus bertambah, meski angka kesembuhan pasien juga tinggi. Berdasarkan data 11 Desember 2020, jumlah pasien COVID-19 bertambah tujuh orang sehingga menjadi 994 orang.

Sementara jumlah pasien yang sembuh sebanyak 827 orang. Pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 19.

Kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang mencapai 158 orang, sebanyak 64 di antaranya dirawat di rumah sakit, 20 orang menjalani karantina terpadu, dan 74 orang melakukan isolasi mandiri, demikian dilansir Antara.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani