Netral English Netral Mandarin
06:37 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Akademisi sebut Penunjukan Yaqut sebagai Menteri Agama Pilihan Tepat, Ini Alasannya

Kamis, 24-December-2020 06:20

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
10

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi mengatakan, Menteri Agama yang baru Yaqut Cholil Qoumas sebagai kader NU yang memiliki tradisi kultural pluralis, mampu menjaga keseimbangan masyarakat Indonesia yang multikultur ini. 

"Penunjukan Yaqut Cholil Qoumas oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi merupakan pilihan yang tepat. Selain sebagai representasi kaum santri Nahdiyin, Yaqut juga Ketua Umum GP Ansor yang selama ini selalu berada di garda depan dalam menentang gerakan intoleran yang ingin mengganggu kebhinekaan kita," kata Ahmad Atang di Kupang, Rabu (23/12/2020) 

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan penunjukan Yaqut Cholil Qoumas oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi dan harapan tentang solidaritas antarumat beragama dan kebebasan sipil dalam menjalankan ibadah menurut kepercayaan. 



Menurut dia, di tengah munculnya fenomena gerakan radikalisme atas nama agama dan adanya sikap intoleran yang ditunjukkan oleh ormas tertentu, maka penunjukan Yaqut sebagai kader NU yang memiliki tradisi kultural pluralis mampu menjaga keseimbangan masyarakat Indonesia yang multikultur ini. 

Dia mengatakan, kemajemukan masyarakat Indonesia sebagai sebuah kekayaan namun jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menjadi ancaman bagi keutuhan masyarakat bangsa. 

Karena itu, pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh menteri agama yang baru ini adalah memberikan kepastian akan kebebasan sipil dalam menjalankan ibadah menurut ajaran agama dan kepercayaan masing-masing. 

Menteri agama juga dapat menjamin adanya relasi keagamaan yang mengedepankan dialog menuju terbangunnya solidaritas antarumat beragama di Indonesia. 

"Problem keberagaman kita menuntut kehadiran negara untuk meletakkan egaliterianisme bahwa semua orang, baik mayoritas maupun minoritas memiliki hak dan perlakuan yang sama tanpa ada yang merasa superioritas dan imperioritas," kata Ahmad Atang menambahkan.  

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli