Netral English Netral Mandarin
21:59wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Terkuak Lagi! 46 Siswi di Padang Dipaksa Berjilbab, AA: Bagaimana Sumbar Akan Maju?

Sabtu, 23-January-2021 10:00

Terkuak Lagi! 46 Siswi di Padang Dipaksa Berjilbab, AA: Bagaimana Sumbar Akan Maju kalau...
Foto : Istimewa
Terkuak Lagi! 46 Siswi di Padang Dipaksa Berjilbab, AA: Bagaimana Sumbar Akan Maju kalau...
12

PADANG, NETRALNEWS.COM - Warganet kembali heboh terkait kasus kewajiban kenakan jilbab bagi siswi non-Muslim. Ditemukan fakta baru dari kepala dinas pendidikan Sumatera Barat bahwa ada 46 siswi SMKN 2 Padang pernah dipaksa memakai jilbab.

Berita itu juga mendapat sorotan Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. Melalui akun Twitternya, Sabtu (23/1/21), ia menanggapi pendek. Ia mempertanyakan bagaimana Sumbar akan maju bila sekolanya seperti itu.

"Bagaimana Sumatra Barat akan maju kalau sekolahnya semacam ini?" tanya Ade.

Sementara sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Al Fikri menyesali terjadinya peristiwa dugaan pemaksaan memakai jilbab terhadap siswi non-muslim di SMK Negeri 2 Padang.

Menurut Adib, aturan siswi memakai jilbab di sekolah itu sebenarnya adalah aturan lama. Aturan itu sudah ada sejak kewenangan SMA/SMK belum dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi.

"Sangat kita sayangkan kejadian ini. Aturan ini sudah lama sebelum pelimpahan wewenang, sejak zaman Wali Kota Padang Fauzi Bahar tahun 2005 lalu. Selama ini masih jalan dan baru diprotes hari ini," kata Adib seperti dinukil Kompas.com, Jumat (21/1/2021).

Menurut Adib, kebijakan lama itu hampir terjadi di semua sekolah di Kota Padang.

Pada 2005, saat Fauzi Bahar menjabat Wali Kota Padang, aturan wajib memakai jilbab itu memang diberlakukan.

"Hampir semua sekolah di Kota Padang seperti itu. Itu kebijakan lama," kata Adib.

Aturan akan dievaluasi Adib berjanji kebijakan ini akan dievaluasi.

Nantinya, siswi non-muslim tidak diwajibkan memakai kerudung atau jilbab.

"Pasti kita evaluasi. Nanti yang non-muslim bisa menyesuaikan saja," kata Adib.  

Menurut Adib, pihaknya sudah menurunkan tim ke SMK Negeri 2 Padang untuk melakukan investigasi dan kajian.

"Tadi tim sudah turun. Di sekolah itu ada 46 orang non-muslim dan semuanya memakai jilbab, kecuali siswi yang protes ini," kata Adib.

Adib mengaku masih menunggu hasil investigasi dan kajian tim yang diturunkan ke SMK Negeri 2 Padang.

"Kita tunggu hasil investigasi. Setelah itu kita buat kebijakan baru," kata Adib.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video adu argumen antara orangtua murid dengan Wakil Kepala SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, viral di media sosial.

Video berdurasi 15 menit, 24 detik, yang dibagikan akun Facebook EH itu memperlihatkan adu argumen soal kewajiban siswi termasuk yang non-muslim untuk memakai jilbab di sekolah.

Dalam video itu, terdengar suara pria yang menjelaskan bahwa dirinya dan anaknya adalah non-muslim. Pria yang merupakan orangtua murid itu mempertanyakan alasan sekolah negeri membuat aturan tersebut.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata pria tersebut.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan bahwa penggunakan jilbab bagi siswi merupakan aturan sekolah.

Menanggapi pernyataan sang guru, orangtua murid yang diketahui bernama EH itu mengaku keberatan dengan aturan seragam tersebut.

“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya Pak,” kata EH.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto