Netral English Netral Mandarin
02:42wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Ade Armando: UAH Klaim Sudah Temukan Obat Covid-19 dari Hadits, Netizen: Pokoknya Apa Kata Ustad Bener

Minggu, 06-Juni-2021 07:53

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membeberkan obat Covid-19 dalam satu paparannya di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Foto : Channel Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat (UAH) membeberkan obat Covid-19 dalam satu paparannya di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando mengungkit pernyataan Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang beberapa waktu lalu mengklaim telah menemukan obat Covid-19 dan beberapa penyakit lain dengan bersumber dari Hadits.

“Adi HIdayat mengklaim sudah menemukan obat yang bisa menyembuhkan penderita Covid, diabetes, dan lever. Obat ini dia peroleh berdasarkan hadits. Obat ini dia iklankan di Youtube, bernama Qustul Hindi,” kata Ade Armando melalui akun FB-nya, Minggu 6 Juni 2021.

Banyak sekali netizen memberikan komentar. Berikut di antaranya.

Arsyad: “Jamaahnya rata2 kan percaya ama yg beginian... pokoknya apa kata ustad pasti bener.. kalau ga kepikiran ya imani saja gitu.... Sekolah tinggi... tapi kalau ustadnya bilang matahari mengelilingi bumi ya imani aja... sekolah kedokteran tapi ikutan bekam2an... sekolah ekonomi tapi ikut dalam rombongan yg ketipu investasi tipu2 berkedok syariah... Gapapa sih.. kalau memang itu pilihannya.. tapi jangan cari nafkah pake ijazahnya... sebab ijazah SD aja seharusnya ga dapet kalau percaya bumi datar dan matahari mengelilingi bumi...”

Sapta Goenata: “Sbtl nya RG sdh infokan kita bhw semua kitab suci adalah dongeng, jgn2 ini salah satu nya?? bisa ke surge PP dlm htgan detik, bs dpt 72 bidadari, punya kunci surga, bs menyembuhkan segala penyakit, tp penyakit poligami yg kgak bs di sembuhkan!”

Cahaya: “Mulao sekarang, mari sekolahkan anak anak kita di sekolah ustadz bukan lagi ilmu kedokteran atau yg lainnya. Karena dengan ilmu ustadz ternyata bisa untuk apa saja.”

Sebelumnya diberitakan, Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH) membeberkan 'obat' Covid-19 yang bersumber dari Hadis Nabi dalam satu paparannya di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan. UAH mengatakan obat ini sebagai hasil risetnya selama 6 bulan menangani Covid-19.

UAH mengatakan obat ini lebih tepat disebut dengan pendekatan Thibbun Nabawi (pengobatan ala Rasulullah).Terbukti cara ini telah dipakai oleh Pemerintah Tiongkok saat Wuhan dilanda pandemi Covid. Hebatnya Tiongkok saat Covid-19 menyerang Wuhan, presidennya mengumpulkan semua tim medis, dokter, ahli herbal untuk menangani pandemi tersebut.

"Ada sekitar 1000 list yang mereka petakan termasuk dari sisi muamalah dan Masya Allah Tiongkok dapat keluar dari masalah Covid-19 . Artinya, mereka melihat peluang dan rahmat Allah yang diisyaratkan Nabi sehingga mereka bisa memanfaatkan peluang tersebut," beber UAH dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Unhas yang disiarkan langsung secara virtual dan live streaming 10 September 2020 lalu.

UAH menegaskan bahwa hasil risetnya ini bisa diuji oleh siapa saja yang ingin membuktikan kebenarannya. Meski UAH tidak menyampaikan secara detail jenis herbalnya, dia menyatakan bahwa obat Thibbun Nabawi sangat efektif menangani Covid-19 .

UAH mengatakan selain mengonsumsi herbal ini, seseorang harus membangun persepsi yang positif sebagai salah satu cara untuk sembuh dari segala penyakit. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an . Ada zikirnya diajarkan oleh Al-Qur'an, misalnya doa Nabi Ibrahim, doa Nabi Ayyub 'alaihissalam yang divonis orang tak akan sembuh, ternyata Allah menyembuhkannya lewat doa beliau yang populer. "Allahumma annii massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin (Ya Allah Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit (derita) dan Engkau Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang). (Surah Al-Anbiya: Ayat 83)

Kemudian juga harus bersikap optimistis bahwa sakit itu akan sembuh. Kita lihat bagaimana Al-Qur'an mengajarkan ayat-ayat optimistis seperti Surah Al-Insyirah: "Fainna Ma'al 'usri Yusro (karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan). Ada juga ayat di Surah Al-Baqarah: "Laa Yukallifullahu Nafsan illaa Wus'aha (tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya).

"Saya sudah Zoom dengan 9 direktur rumah sakit dan beberapa pakar. Saya tidak katakan ini obat. Saya lebih menyukai namanya pendekatan Thibbun Nabawi. Saya juga sudah meriset gejala Covid-19 ini," jelas UAH . (Baca Juga: Bertambah 3.989, Total 244.676 Orang Positif Corona )

UAH membeberkan persepsi bagaimana peluang yang dibaca oleh Tiongkok sehingga menjadikan ini sebagai rahmat. Mereka bisa selamat dari hantaman Covid dan bisa meningkatkan ekonominya.

"Ketika saya riset gejalanya mulai dari imun menurun, pernafasan terganggu dan lain sebagainya, saya cari referensi dari Hadis Nabi dan Masya Allah Alhamdulillah ditemukanlah satu herbal yang mencakup semua gejala tadi. Dan dunia internasional belum mengetahui ini," uangkap UAH .

Di Indonesia juga belum ditemukan materinya. Ini hanya ada di dua tempat di dunia. Di zaman Nabi ini juga telah dipraktikkan. Gejala serupa juga pernah ditangani Nabi dengan pendekatan bisa diminum, bisa juga dimasukkan ke hidung. Setelah saya cek, ternyata materinya sudah ada di jurnal internasional. Namun, UAH merahasiakan jurnalnya.

"Ini hanya kami dapatkan dari 2 tempat di dunia yaitu Himalaya dan Saudi Arabia bagian timur. Saya sudah pesan langsung dari Himalaya. Ketika saya pesan, ternyata herbalnya harus masuk dulu ke China Wuhan. Alamatnya ternyata tercantum nama Wuhan," beber UAH .

UAH juga mengungkapkan herbal ini bisa dipakai untuk obat diabetes. Penggunaannya hanya boleh dikonsumsi dua pekan. "Saya ingin katakan betapa ini rahmat dari Allah yang harus kita syukuri," ucapnya.

Di akhir paparannya, UAH mengatakan jika negara membutuhkan ini, silakan diuji. "Saya tidak akan mengambil manfaat apapun dari ini melainkan karena kecintaan kami kepada Indonesia. Hanya satu saja, sebutkan bahwa referensinya dari Hadis Nabi ," kata UAH seperti dilansir Sindonews.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati