Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap membutuhkan tenaga yang memahami gizi di setiap SPPG, meski kualifikasinya kini diperluas. Langkah ini diambil karena jumlah sarjana gizi tidak mencukupi kebutuhan nasional, sehingga pemerintah membuka peluang bagi lulusan kesehatan masyarakat, teknologi pangan, dan pengolahan makanan. Kebijakan tersebut memastikan layanan gizi tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas program.