SUARA INDONESIA, MAKASSAR - Federasi Kun Khmer Indonesia melalui Pengurus Besar (PB) FKKI menggelar ajang National Kun Khmer Fight Day 1 di kampung Popsa, Jalan Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang perdana di Makassar sekaligus langkah strategis dalam menyiapkan atlet menuju SEA Games 2027 Malaysia. Kompetisi bela diri Kun Khmer itu diikuti atlet dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan hingga luar provinsi seperti NTB, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta. Meski masih tahap uji coba, antusiasme peserta dinilai cukup tinggi. Sekretaris Jenderal FKKI Sulsel, Drs. Salim A. Halid mengatakan Fight Day digelar sebagai sarana sosialisasi olahraga Kun Khmer kepada masyarakat sekaligus wadah pembinaan atlet berprestasi. “Selain memperkenalkan olahraga Kun Khmer kepada masyarakat, event ini juga menjadi bagian dari peningkatan prestasi atlet dan pengembangannya secara bertahap,” ujarnya disela persiapan arena pertandingan kepada awak. Menurut Salim, ajang tersebut juga menjadi salah satu tahapan seleksi atlet potensial untuk menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional, termasuk persiapan menuju SEA Games 2027. “Fight Day ini salah satu seleksi atlet menuju event nasional dan internasional. Kami ingin mencari atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan tampil di SEA Games 2027 Malaysia,” katanya. Ia menjelaskan, PB FKKI setelah kegiatan di Makassar akan melanjutkan agenda Kejuaraan Nasional IV Kun Khmer di Bogor pada Juni 2026 serta Indonesia Open yang direncanakan berlangsung November mendatang. Di tempat yang sama, Ketua Umum Federasi Kun Khmer Indonesia, Dr. Sudirman menilai olahraga Kun Khmer memiliki potensi besar berkembang di Indonesia karena mudah dijalankan dan tidak membutuhkan biaya tinggi. “Olahraga ini strategis karena mudah dan tidak butuh biaya banyak. Yang paling penting adalah nyali bertarung, disiplin latihan, dan jam terbang atlet,” ujarnya. Kata dia, memasuki tahun keempat sejak Kun Khmer berkembang di Indonesia, FKKI terus memperkuat pembinaan atlet dengan rutin menggelar kejuaraan nasional setiap tahun sebagai ajang pengembangan prestasi dan pencarian bibit atlet baru. Menurut Sudirman, Fight Day di Makassar menjadi pintu pembinaan atlet menuju level internasional karena menghadirkan persaingan ketat antaratlet dari berbagai daerah. “Ini pertandingan strategis karena menjadi tempat mencari atlet unggulan yang akan diproyeksikan ke event internasional, baik single event maupun multi event,” jelasnya. Dari sisi prestasi, FKKI mengklaim Indonesia mulai menunjukkan kekuatan di tingkat dunia. Pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer di Kamboja tahun 2026, yang diikuti sekitar 60 negara, Indonesia sukses finis di peringkat ketiga dengan meraih satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Dr. Sudirman berharap prestasi tersebut mendapat perhatian pemerintah agar Kun Khmer memperoleh dukungan yang sama seperti cabang olahraga lainnya. “Sayang kalau olahraga ini tidak direspons dengan baik. Meskipun masih ada yang melihat kami sebelah mata, demi negara kami akan terus berkarya,” tegasnya. Ia menambahkan, Federasi Internasional Kun Khmer juga telah mengirim surat kepada penyelenggara SEA Games agar cabang olahraga tersebut dipertandingkan pada SEA Games 2027 Malaysia. Dengan semakin rutin digelarnya kompetisi dan pembinaan atlet, PB FKKI optimistis Kun Khmer Indonesia mampu bersaing di level Asia Tenggara hingga dunia. Sementara itu, atlet peraih medali emas Kejuaraan Kun Khmer di Kamboja 2026, Muh. Asrul Rafzanjani mengaku optimistis mampu meraih kemenangan pada ajang National Kun Khmer Fight Day di Makassar. Ia menyebut persiapan latihan yang intensif membuatnya percaya diri menghadapi pertandingan melawan atlet dari berbagai daerah. “Dari hasil latihan selama ini, saya optimistis bisa juara di Makassar dan memberikan hasil terbaik,” pungkasnya. (*)