Netral English Netral Mandarin
03:16wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Aktivis Sebut Warga Jakarta Bakal Lawan PDIP dan PSI Jika Jatuhkan Anies, DS: Eh Gaya Preman, Pake Ngancam-Ngancam Nih

Senin, 13-September-2021 13:45

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS) menyentil aktivis Jakarta Jay Abdullah.

Hal berawal dari pernyataan Jay yang mengatakan warga ibu kota akan melawan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selalu mencoba menjatuhkan Anies Baswedan.

"Kami selalu memantau pergerakan massa demonstran yang meminta interpelasi dan mencoba menjatuhkan Anies,” kata Jay, Kamis (9/9/2021) lalu seperti yang dikutip dari www.suaranasional.com.

Lebih lanjut Jay mengatakan kelakuan PSI dan PDIP itu membuat warga ibu kota tidak akan memilih kedua partai tersebut di Pemilu 2024.

“Warga Jakarta lebih memilih partai yang berpihak kepada rakyat bukan bersekutu dengan pengusaha reklamasi,” ungkap Jay.

Terkait hal itu Denny mengatakan gaya yang dipakai Jay Abdullah itu mirip dengan kelakuan preman karena mengancam-ngancam.

"Eh gaya preman, pake ngancam2 nih @PDI_Perjuangan dan @psi_id..," tulis Denny di akun Twitternya, Senin (13/9/2021).

Di akhir cuitannya Denny mengingatkan Jay, jangan sampai menimbulkan masalah dengan ancaman-ancaman yang akan berbuntut panjang.

"Ntar mewek..," ujarnya.

Sebelumnya sebanyak 33 anggota DPRD DKI Jakarta yang terdiri dari 25 anggota fraksi PDIP dan 8 anggota fraksi PSI resmi mengajukan hak interpelasi terhadap Anies.

Salah satu Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PDIP, Rasyidi yang turut membubuhkan tandatangan mengatakan hak interpelasi mereka ajukan untuk membatalkan penyelenggaraan Formula E yang direncanakan digelar pada Juni 2021.

"Kami kira iya (membatalkan penyelenggaraan Formula E) karena arahnya demikian. Jadi arahnya demikian (membatalkan)," kata Rasyidi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (26/2021).

Menurut mereka, penyelenggaraan Formula E tidak bisa dilaksanakan, karena berdasarkan temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) hal itu tak memberikan keuntungan

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani