JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditegaskan sebagai langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. Dukungan tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, saat kegiatan sosialisasi MBG di Gedung Balai Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Sabtu (8/2/2026). Kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 13.00 WIB itu dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Program MBG dipaparkan sebagai bagian dari agenda prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi seimbang sejak dini. Indah Kurniawati menyampaikan bahwa MBG dirancang untuk mendukung arah pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan mampu bersaing di tingkat global. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. “Kita semua sepakat mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, bermartabat, berdaya saing global, dan memiliki ketahanan yang kuat,” ujar Indah dalam pemaparannya. Menurutnya, pembangunan kualitas manusia tidak cukup hanya diukur dari indikator fisik seperti tinggi badan atau angka stunting. Pemenuhan gizi seimbang secara berkelanjutan menjadi kunci untuk mencetak generasi yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Atas dasar itu, pemerintah menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis dan membentuk Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Badan ini berperan memastikan kualitas, keamanan, dan kesinambungan penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Indah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai pemangku kepentingan dalam program MBG. Masyarakat diharapkan dapat menyaksikan dan mengawal seluruh proses pelaksanaan program, mulai dari produksi bahan pangan oleh petani, pengolahan di dapur, hingga makanan bergizi tersaji dan dikonsumsi oleh anak-anak. Selain berdampak pada kesehatan penerima manfaat, MBG juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Keterlibatan petani, pelaku usaha pangan, dan tenaga kerja di daerah menjadi bagian dari rantai pelaksanaan program, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas. Program MBG dirancang tidak bersifat jangka pendek. Pemerintah menargetkan keberlanjutan program sebagai investasi strategis menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Pada periode tersebut, generasi muda diharapkan telah tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi secara optimal bagi pembangunan nasional. Komisi IX DPR RI, yang membidangi urusan kesehatan dan ketenagakerjaan, memiliki peran penting dalam pengawasan dan penguatan program MBG. Komisi ini juga bermitra dengan berbagai lembaga terkait untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku. Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat memahami manfaat program MBG serta turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya di lingkungan masing-masing.