Netral English Netral Mandarin
13:02wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
BEM SI Ultimatum Jokowi dan Ancam Demo, FA: Omong Kosong, Tak Didukung Semua Elemen Kampus dan Publik

Minggu, 26-September-2021 13:00

Faizal Assegaf
Foto : Istimewa
Faizal Assegaf
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf (FA), mengomentari rencana Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi massa menolak pemecatan 57 pegawai KPK melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Faizal menilai, rencana BEM SI itu omong kosong dan sekedar gertakan. Ia juga menyebut seruan aksi itu tidak mendapat dukungan dari seluruh elemen kampus dan publik.

"Ah, omong kosong dan gertakan doank, Aliansi BEM SI ga bakal dapat dukungan seluruh elemen kampus apalagi publik," tulis Faizal di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Minggu (26/9/2021).

Faizal pun menyarankan agar BEM SI sebaiknya melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dialog mengenai polemik di KPK.

Menurutnya, cara demikian lebih bijak ketimbang menggelar demo yang hanya berujung gaduh dan membuat macet di Ibu Kota.

"Mending kalian layangkan surat ke pres @jokowi untuk dialog biar ga demo melulu, hasilnya cuma bikin gaduh & macet aje!" cuit @faizalassegaf.

Sebelumnya, Aliansi BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) menyurati Presiden Jokowi agar mengangkat puluhan pegawai KPK yang tak lolos TWK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mereka memberikan waktu 3x24 jam bagi Presiden Jokowi untuk mengambil sikap. Jika tidak, mereka mengultimatum akan menggelar aksi massa pada Senin (27/9/2021).

"Terhitung 3x24 jam jika tidak ada respons, maka kami akan turun ke jalan di tanggal 27 September," kata Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Aksi nasional ini menurut Nofrian rencananya akan dilakukan secara terpusat di Jakarta. Kendati demikian, ia belum bisa memberitahu ihwal titik pasti rencana aksi tersebut.

"Titik aksi masih dikonsolidasikan dengan seluruh teman-teman dari daerah luar Jakarta," ujarnya.

Nofrian memperkirakan bakal ada ribuan peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam aksi nasional pada Senin besok.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P