Netral English Netral Mandarin
10:31wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Bijak dalam Berinvestasi pada Lahan Pertanian, Begini Caranya

Senin, 14-Juni-2021 23:59

Petani memberi pupuk pada tanaman padi.
Foto : pertanian.go.id
Petani memberi pupuk pada tanaman padi.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jika Anda mencari cara unik untuk menginvestasikan uang Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berinvestasi di bidang pertanian. Adapun dalam bidang pertanian, Anda bisa berinvestasi pada lahan pertanian. Berinvestasi pada lahan pertanian sendiri secara historis memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.

Mengapa Lahan Pertanian?Lahan pertanian secara historis mengalami pertumbuhan yang stabil. Ini berbeda dengan real estate, lahan pertanian tampaknya menjadi investasi jangka panjang yang menarik.

Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu, antara lain karena pasokan dan permintaan. Ada begitu banyaknya lahan pertanian yang tersedia dikarenakan adanya kebutuhan dan permintaan. Banyak produk atau barang yang dihasilkan dari hasil pertanian. Oleh sebab itu, ketika ada persediaan produk atau barang yang terbatas, maka kebutuhan akan barang itu pun meningkat beserta dengan kenaikan harga.

Faktor berikutnya adalah lahan pertanian juga mengalami volatilitas yang lebih rendah dibandingkan kebanyakan pasar. Hal ini dikarenakan secara global, orang mengandalkan pertanian untuk segala hal. Mulai dari makanan hingga bahan bakar alternatif. Ada kebutuhan konstan dan pertumbuhan konstan dalam industri. Selain itu, lahan pertanian tahan terhadap inflasi dan resesi.

Kemudian, faktor lain juga karena lahan pertanian secara historis belum dikaitkan dengan aset investasi lainnya. Pasalnya, lahan pertanian dan bidang pertanian beroperasi secara relatif independen dari pasar lain, ini bisa menjadi cara yang aman untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain itu, karena ini menjadi komoditas pangan, inflasi akan menyebabkan pendapatan per tanaman lebih tinggi, sehingga nilai lahan pertanian pun meningkat.

Lalu, bagaimana Cara Berinvestasi pada Lahan Pertanian?

Pertanian diperlukan secara global untuk memberi makan manusia dan hewan. Oleh sebab itu, menurut Aldy Rahmadiansyah, Marketing Creative Crowde Indonesia mengatakan, ada begitu banyak yang melihat investasi di lahan pertanian sebagai bukti resesi.

Meskipun berinvestasi di pertanian tidak cocok untuk semua orang, ia mengungkapkan, ada beberapa opsi bagi orang yang tertarik dengan jenis investasi ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Membeli Lahan Pertanian Secara Langsung

Saat mempertimbangkan untuk membeli lahan pertanian, mungkin pilihan paling jelas adalah membelinya secara langsung. Sekalipun Anda bukan seorang petani, kepemilikan langsung atas lahan pertanian dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Hal ini dikarenakan banyak pemilik tanah yang tidak bertani dan banyak petani yang tidak memiliki tanah karena terkendala modal.

Dengan membeli lahan pertanian, Anda dapat menyewakan lahan pertanian Anda kepada para petani. Petani pun dapat menyewa properti dari pemilik tanah untuk mengolahnya sendiri. Dengan cara ini, pemilik tanah dapat membayar hipotek mereka dan membangun ekuitas di properti tersebut tanpa bertani sendiri. Petani pun dapat memperoleh pendapatan melalui bertani tanpa harus memiliki uang untuk membeli tanah.

2. Dana Investasi Real EstateMembeli pertanian secara langsung bisa sangat mahal, dan banyak biaya yang harus dikeluarkan seiring dengan bertani. Pengeluaran ini termasuk benih dan persediaan, peralatan seperti traktor, membayar tenaga kerja, dan banyak lagi. Salah satu solusi untuk ini adalah REITs lahan pertanian (Real Estate Investment Trusts).

Meski demikian, tidak semua orang yang tertarik berinvestasi di lahan pertanian memiliki waktu untuk terjun langsung mengelola modalnya. Memanfaatkan platform investasi bisa menjadi solusi.

Aldi menjelaskan, platform Crowde yang disediakan pihaknya menggunakan metode crowd-lending dan P2P lending, yang berfungsi untuk menghimpun dana investasi masyarakat yang selanjutnya akan disalurkan kepada para petani yang membutuhkan modal kerja.Selanjutnya, cara ini memungkinkan siapapun untuk memberikan modal dan memilih proyek mana yang ingin dimodali. Sedangkan,  untuk pembiayaannya akan disalurkan dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli