Netral English Netral Mandarin
13:10wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Buntut Pernyataan Jubir, Partai Demokrat Diultimatum 2x24 Jam Minta Maaf ke Megawati, Jika Tidak...

Sabtu, 09-Oktober-2021 21:20

Herzaky Mahendra Putra
Foto : Istimewa
Herzaky Mahendra Putra
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan juru bicara (jubir) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang menyebut Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggulingkan pendahulunya, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berbuntut panjang.

Organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) tak terima dengan tudingan Herzaky dan mendesak Partai Demokrat secara qinstitusi harus minta maaf kepada Megawati Soekarnoputri.

Repdem mengultimatum Partai Demokrat 2x24 untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Megawati. Jika tidak, Repdem bakal menempuh jalur hukum.

“Jadi Partai Demokrat mesti minta maaf kepada Ibu Hj Megawati dalam waktu 2×24 jam, jika tidak kita akan melaporkan ke Mabes Polri untuk menangkap saudara Herzaky," tegas Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPN Repdem, Achmad Sazali, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Achmad menyatakan, Megawati Soekarnoputri tidak pernah ada niat atau melakukan manuver dalam kapasitasnya  sebagai Ketua Umum DPP PDIP untuk gulingkan Gus Dur.

“Pernyataan Herzaky yang menyatakan bahwa Ibu Megawati melakukan penggulingan kepada Gus Dur ketika beliau menjadi Presiden, itu sangat tidak benar," ujarnya.

"Saat itu bahwa yang mengangkat dan memberhentikan Presiden secara konstitusi adalah MPR yang saat itu Ketuanya Amin Rais,” ungkap Achmad.

Karenanya, Achmad Sazali menyebut pernyataan Herzaky sebagai juru bicara Partai Demokrat memecah belah dan bersifat sangat Provokatif.

Diterangkan juga bahwa pernyataan Herzaky yang sangat tidak benar itu beberapa waktu lalu sudah dibantah oleh Ketua Umum DPN Repdem Wanto Sugito.

Sebelumnya, Jubir Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut ide pendirian Demokrat muncul setelah Megawati Soekarnoputri menggulingkan Gus Dur dari kursi Presiden.

"Kalau kami ingin ulangi lagi kisahnya, PD berdiri dimulai ketika Pak SBY waktu itu di MPR, ketika ada pemilihan Wakil Presiden dari Ibu Megawati yang baru saja menggulingkan Bapak Gus Dur. Ketika itu ada cawapres ada dua, satu Pak Hamzah Haz, kedua Pak SBY," kata Herzaky, Minggu (3/10/2021).

Pernyataan Herzaky mengundang reaksi keras dari PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih itu menuntut Demokrat meminta maaf atas pernyataan kadernya tersebut. Mereka juga mengingatkan jangan sampai pernyataan keliru itu keluar lagi, dan meminta Demokrat mengingatkan kadernya. 

Setelah dikecam dan didesak minta maaf, Herzaky yang juga menjabat Kepala Badan Komunikasi Strategis (KaBakomstra) DPP Partai Demokrat buka suara.

Herzaky menyampaikan permintaan maaf dan mengaku kepeleset lidah saat menyampaikan pernyataan Megawati menggulingkan Gus Dur.

"Saya ini pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan presiden. Mohon maaf saya kepeleset lidah saat tanya-jawab setelah konferensi pers," kata Herzaky saat dihubungi, Selasa (5/10/2021).

Herzaky mengatakan dirinya tidak bermaksud menyampaikan Megawati menggulingkan Gus Dur. Ia menyebut yang dimaksud adalah Megawati menggantikan Gus Dur sebagai presiden."Yang saya maksud, Ibu Megawati menggantikan Gus Dur. Saya mohon maaf kepada siapa pun yang tidak berkenan atas kekeliruan ini," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P