3
Netral English Netral Mandarin
03:50 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Buzzer Juga Dipakai Oposisi, Teddy: Fadli Zon, Tengku Zul, dan Haikal Hassan Juga Pendengung di Medsos

Jumat, 12-Februari-2021 10:00

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Youtube
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Dewa Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyebut bahwa sebutan buzzer bukanlah hanya pada orang yang membela pemerintah belaka, melainkan juga pada yang menjadi pengkritik di media sosial. Beberapa nama pun disebut oleh Teddy di antaranya Fadli Zon, Tengku Zulkarnain, dan Haikal Hassan. Ketiganya, menurut Teddy, juga adalah pendengung di media sosial, atau sering disebut sebagai buzzer.

“Nah @fadlizon, @ustadztengkuzul dan @haikaI_hassan itu adalah para pendengung di media sosial, mereka itu buzzer,” tulis Teddy di akun Twitternya, Jumat (12/2/2021).

Cuitan Teddy langsung dikomentari oleh netizen seperti terpantau netralnews berikut ini;

@bakulsemen: Buzzer teriak buzzer

@inong911: Ada buzzer ayam, buzzer obat ada buzzer hoax

@Muchsin26971161: Pemerintah yg kuat dan berwibawa tidak perlu menggunakan buzzer

@hendra_sswnt: mereka tuh buzzernya buzzer bang

@KhoHiWan1: Sudahlah, mereka ber 3 dan ditambah fahri hamzah, ngak bisa bedakan operasi plastik neneknya sama digebukin .... juga si Rizal ramli. Begonya sama

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menilai, buzzer bukan saja dipakai oleh Pemerintah di media sosial, tetapi juga oleh oposisi yang pernah berkuasa. Sehingga menurutnya, kelompok oposisi ini sedang gencar sosialisasi karena ingin berkuasa kembali.

“Logika gua, yang mungkin pakai buzzer bukan hanya penguasa tetapi juga oposisi kardus yang pernah berkuasa tapi gagal sejahterakan umat, yang waktu berkuasa nangkap ulama, yang ngiler mau kuasa kembali dengan nunggangi perjuangan umat. Bisa aja maling teriak maling /buzzer teriak buzzer,” kata Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini di twitternya, Kamis (11/2).

Habiburokhman mengakui dirinya juga sering kritik pemerintah di DPR. Dia juga mendapat serangan-serangan dari para buzzer. Namun dia merasa tidak terganggu. Menurut anak buah Prabowo Subianto ini, buzzer juga punya hak untuk berpendapat.

“Sejak dahulu hingga saat ini di DPR gua tetap rajin kritik pemerintah (Check aja jejak digital), tapi gua gak pernah merasa terganggu dan gak pernah takut sama buzzer yang nyerang gua. menurut gua, mereka juga punya hak berpendapat juga walaupun bertentangan dengan gua,” katanya.

Menurutnya, jangan mempermasalahkan buzzer di media sosial. Yang terpenting adalah tidak ada kriminalisasi bagi para pengritik.

“Yang terpenting adalah jangan ada kriminalisasi terhadap aktivitas mengkritik yang tidak mengandung fiitnah. Kalau kita gak suka dengan buzzer ya jangan baca komentar mereka, simpel banget,” pungkasnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati