HOLLYWOOD, NETRALNEWS.COM - Aktris Hollywood Kristen Stewart resmi menandai babak baru dalam kariernya lewat debut penyutradaraannya dalam film panjang berjudul The Chronology of Water. Film ini diadaptasi dari memoar eksperimental karya penulis Amerika Lidia Yuknavitch, dan digambarkan Stewart sebagai pengalaman sinematik yang liar, emosional, serta tanpa kompromi. Dalam wawancara dengan The Guardian, Stewart menyebut film ini sebagai “punk rock ayahuasca trip”sebuah perjalanan visual dan batin yang tidak memberi ruang aman bagi penonton. Film tersebut menggali tema tubuh perempuan, trauma, hasrat, dan kekuatan yang kerap tersembunyi di balik pengalaman personal. The Chronology of Water mengisahkan perjalanan hidup Lidia Yuknavitch, yang tumbuh dengan luka masa kecil, hubungan keluarga yang rumit, hingga perjuangannya menemukan suara melalui tubuh, seni, dan tulisan. Alih-alih disajikan secara linear, film ini dibangun dari potongan ingatan, emosi, dan sensasi fisik, mencerminkan cara trauma bekerja dalam ingatan manusia. Stewart menilai kisah ini sangat personal sekaligus politis. Ia menyampaikan pandangan bahwa tubuh perempuan sering menjadi tempat bertemunya kekuasaan dan eksploitasi. “Sebagai perempuan, kita menyimpan kekuatan besar di tubuh kita. Namun di saat yang sama, tubuh itu juga kerap menjadi sasaran kekerasan,” ujar Stewart. Peran utama dalam film ini dimainkan oleh Imogen Poots, yang memerankan Lidia versi dewasa. Poots menyebut pengalaman bekerja dengan Stewart sebagai proses yang intens namun jujur secara emosional. Menurutnya, Stewart memberi ruang aman bagi aktor untuk mengekspresikan kerentanan tanpa kehilangan kendali artistik. Film ini juga dibintangi oleh Thora Birch, Kim Gordon, dan Jim Belushi, yang memperkaya lapisan narasi dengan karakter-karakter pendukung yang kuat. Proses produksi The Chronology of Water sendiri memakan waktu bertahun-tahun, karena Stewart ingin memastikan pendekatan visual dan naratifnya setia pada semangat buku aslinya. Meski diakui sulit dipasarkan secara komersial, The Chronology of Water justru dipuji sebagai karya yang berani dan autentik. Film ini tidak menawarkan hiburan ringan, melainkan pengalaman sinematik yang menantang dan reflektif. Melalui debut ini, Kristen Stewart menunjukkan dirinya bukan sekadar bintang film, melainkan sineas dengan visi kuat dan berani membawa pengalaman perempuan ke layar lebar tanpa disederhanakan atau dipoles demi kenyamanan penonton.