JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sumala adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 26 September 2024. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diproduksi oleh Hitmaker Studios. Film bergenre Horor ini diperankan oleh Luna Maya, Darius Sinathrya, Makayla Rose Hilli, Ivonne Dahler, Denino Basrial dengan durasi 113 menit. Film tersebut diangkat dari kisah nyata di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang terjadi tahun 1948. Berisikan tentang gambar budaya tradisional yang masih menggunakan busana dengan nuansa tradisional dalam film Sumala ini menyajikan berbagai aspek tradisional seperti ritual, simbol, mitos yang terjadi dalam suatu identitas masyarakat. Dalam deconstruction ini kita bisa melihat banyak elemen yang ditampilkan dalam konteks modern, seperti ritual yang dilakukan oleh seirang istri yang bernama Sulastri yang diutus untuk segera memiliki anak oleh suaminya Soedjiman. Jika tidak juga memiliki keturunan Soedjiman mengancam akan menikah lagi. Takut dengan ancaman suaminya maka Sulastri melakukan ritual dengan dukun dan perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan anak,. Ia melahirkan anak kembar, Kumala (Makayla Rose) yang bertahan hidup dan Sumala (Makayla Rose) yang meninggal. Kumala tumbuh menjadi anak yang baik hati tapi cacat fisik dan mental. Ia sering mendapat perlakuan buruk dari orang-orang sekitarnya. Dalam analisis film Sumala ini terdapat konflik yang mengguncang struktur nilai masyarakat yang mengubah makna dari tradisi sebelumnya. Terdapat konflik anak kecil dilarang keluar pada saat menjelang magrib agar tidak terjadi teror yang melegenda pada tahun 1940 an dan mitos yang telah tersebar di masyarakat. "Sumala" adalah film yang menggambarkan kehidupan di suatu desa yang terasing, di mana tradisi dan modernitas bertabrakan. Cerita berfokus pada seorang tokoh utama yang berjuang mempertahankan warisan budaya desanya sambil menghadapi tantangan dari perubahan zaman. Dengan latar pemandangan yang indah dan karakter yang kuat, film ini menyoroti tema keluarga, cinta, dan identitas. Konflik yang muncul dari pergeseran nilai-nilai menjadi inti dari narasi, memberikan penonton sebuah refleksi tentang pentingnya menjaga akar budaya di tengah globalisasi.