Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:28wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Denny: Prinsip Investasi Itu Gak Bisa Asal, Emang Kadrun? Disuruh Minum Kencing Onta Langsung Gelogok

Senin, 01-Maret-2021 18:17

Denny Siregar sebut Investasi Asing Masuk ke Industri Miras Hanya di 4 Provinsi Saja
Foto : Okezone
Denny Siregar sebut Investasi Asing Masuk ke Industri Miras Hanya di 4 Provinsi Saja
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pro dan kontra investasi miras di sejumlah daerah di Indonesia semakin berlarut-larut. Tak sedikit yang menolak kebijakan tersebut.

Di sosial media, perdebatan itu tercermin dari komentar antara sejumlah netizen dengan Denny Siregar.

Seorang warganet bernama Anas Ismail @AnasIsm14490635 mencuit pernyataan menyindir Denny, katanya: "Ngutak ngatik kalimat saja, mau buat dua provinsi jg kebijakan itu seolah sudah membolehkan, kedepan masif peredaran nya ke berbagai daerah, masih ok kebijakan itu? Jd buzzer hrs pinter."

Denny pun membalas: "Ini asumsi berdasar pemikiran yg sudah jelek duluan.."

"Prinsip investasi pasti lihat latar belakang daerahnya, juga potensi SDM dan SDAnya, gak bisa asal. Semua hrs ada study kelayakannya dulu mas," imbuh Denny seperti dikutip Netralnews, Senin (1/3/21).

Denny sebelumnya juga mencuit jahil. Ia menyebut sosok "kadrun" yang seolah hanya langsung "menenggak" kebijakan mentah-mentah. 

"Emang kadrun? Disuruh bahtiar nasir minum kencing onta, langsung gelogok. Gini lho, @jokowi  itu hanya buat Perpres supaya investasi asing bisa masuk ke industri miras. Itu juga hanya di 4 provinsi saja.." kata Denny.

"Jadi bukan legalkan miras, tapi buka peluang investasi asing. Apakah daerah2 itu mau produksi ? Itu semua tergantung Kepala Daerahnya. Gitcu..," tegas Denny.

Sementara itu secara terpisah diberitakan, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid menolak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 Bidang Usaha Penanaman Modal, menyoal investasi minuman keras beralkohol atau miras. Menurut Jazilul aturan tersebut bertentangan dengan Pancasila.

"Saya selaku wakil ketua MPR RI menolak keras perpres miras sebab itu bertentangan dengan nilai Pancasila dan tujuan bernegara, melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Jazilul kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Bukan hanya bertentangan, Jazilul memandang, keberadaan miras justru lebih banyak mendatangkan kerusakan atau mudarat, ketimbang manfaat. Sehingga ia menilai Perpres menyoal 8nvestasi miras tidak perlu ada.

"Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya," kata Gus Jazil sapaan akrab Jazilul.

Wakil Ketua DPP PKB itu mengatakan, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Ia menganggap kehadiran investasi miras berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

"Kita sudah miskin, jangan dimiskinkan lagi dengan miras. Kita tahu Indonesia dalam krisis multidimensi, namun tolong jangan pertukarkan kesehatan jiwa kita dengan nafsu mendapatkan uang dari investasi miras. Celaka menanti kita," ujarnya dilansir Suara.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto