Netral English Netral Mandarin
14:12wib
Barcelona yang tumbang di tangan Bayern Munich sehingga dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022. Hasil analisis dan investigasi penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terhadap beberapa kecelakaan bus Transjakarta menunjukkan sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia.
Didukung Jadi Ketum PBNU, Begini Reaksi Hidayat Nur Wahid

Senin, 11-Oktober-2021 20:49

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : MPR.go.id
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW)
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) merespon adanya dukungan agar dirinya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Adapun dukungan HNW menjadi Ketum PBNU itu dilontarkan oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf.

HNW mengatakan, seharusnya setiap organisasi massa atau politik dipimpin oleh kadernya sendiri sesuai AD/ART yang disepakati organisasi tersebut.

Karenanya, HNW menyatakan dirinya dan PKS tidak setuju dengan apa yang disampaikan Faizal Assegaf.

"Seharusnya setiap organisasi massa atau politik dipimpin oleh kadernya sendiri, sesuai AD/ART yang disepakati," tulis HNW di akun Twitter-nya, Senin (11/10/2021).

"Karenanya sejak muncul pernyataan Faisal Assegaf itu, saya dan @PKSejahtera menolak/tidak setuju," tegas @hnurwahid.

Terlepas dari penolakan itu, HNW mendoakan kelancaran Muktamar NU ke-34 yang bakal digelar akhir Desember 2021, dimana salah satu agendanya adalah pemilihan Ketum PBNU.

"Kita doakan @nahdlatululama sukses Muktamar,dipimpin oleh Anggota terbaiknya," kata Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, Faizal Assegaf menilai Hidayat Nur Wahid adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU.

Hal tersebut disampaikan Faizal terkait dinamika calon Ketum PBNU untuk Muktamar ke-34 NU yang rencananya digelar 23-25 Desember 2021 mendatang.

Adapun Faizal mengusulkan nama Hidayat Nur Wahid dengan alasan penyegaran di tubuh PBNU dan sekaligus untuk membuktikan bahwa NU punya komitmen Ukhuwah Islamiyah dalam bingkai kebhinekaan.

"Begini, kalau mau PBNU lepas dari watak kerdil, idealnya dipimpin seperti tokoh PKS pak Nur Wahid, toh beliau juga ulama NU. Ya setidaknya menyegarkan dan bukti NU punya komitmen ukhuwah dan kebhinekaan,” tulis Faizal di akun Twitter-nya, dikutip netralnews.com, Minggu (10/10/2021).

"Saatnya Al Habib @saidaqil dkk menyegarkan PBNU sebagai wadah kemajemukan sesui prinsip Islam yang rahmatan lil alamin, jangan kolot & kaku!" tandas @faisalassegaf.

Usulan HNW menjadi Ketum PBNU, lanjut Faizal, juga untuk membuktikan bahwa organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu benar-benar terdepan dalam memperjuangkan demokrasi, uhkwah dan kebhinekaan.

"PBNU klaim sangat terdepan perjuangkan demokrasi, uhkwah, kebhinekaan & prinsip Islam yang rahmatal lil alaman, monggo dibuktikan biar ga terkesan hipokrit & asbun aja!" ungkap Faizal.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi