JAKARTA, NETRALNEWS.COM —Grup Djarum melalui anak usahanya PT Savoria Kreasi Rasa telah menyepakati pembelian unit bisnis teh merek Sariwangi dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Transaksi pembelian bisnis teh Sariwangi ini memiliki nilai kesepakatan sebesar Rp 1,5 triliun, yang disetujui kedua belah pihak melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA). Transaksi akan ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026 sesuai jadwal yang disepakati secara tertulis. Penilaian independen atas unit usaha teh Sariwangi dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy & Rekan, yang menetapkan nilai pasar sekitar Rp 1,48 triliun. Skema transaksi ini merupakan langkah strategis yang telah melalui proses keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Profil Sariwangi & Sejarah Kepemilikan Bisnis Teh di Indonesia Brand teh Sariwangi pernah menjadi bagian dari portofolio produk Unilever Indonesia sejak tahun 1989, dikenal sebagai salah satu merek teh populer di Indonesia dengan basis konsumen yang kuat. Setelah lebih dari tiga dekade beroperasi di bawah UNVR, bisnis teh ini kini resmi berpindah kepemilikan menjadi bagian dari Grup Djarum. PT Savoria Kreasi Rasa, pembeli bisnis teh Sariwangi, selama ini dikenal sebagai perusahaan bagian dari Grup Djarum yang beroperasi di sektor makanan dan minuman (F&B). Akuisisi ini memperkuat portofolio produk F&B yang dimiliki oleh grup konglomerasi Indonesia tersebut. Alasan Strategis Unilever Lepas Bisnis Teh Sariwangi Unilever memutuskan untuk melepas unit bisnis teh Sariwangi sebagai bagian dari strategi portofolio untuk memperkuat fokus pada lini produk inti dengan pertumbuhan tinggi. Manajemen UNVR menyatakan bahwa divestasi ini memungkinkan perusahaan untuk merealisasikan nilai investasi dari bisnis teh serta meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham melalui fokus pada segmen prioritas yang lebih potensial. Unilever juga menegaskan bahwa penjualan bisnis Sariwangi tidak akan berdampak material terhadap operasi sehari-hari, kelangsungan usaha, maupun kondisi hukum perusahaan. Operasional di segmen inti lain tetap berjalan normal. Kontribusi & Dampak Finansial Bisnis Teh Sariwangi Sebelum dijual, bisnis teh Sariwangi berkontribusi terhadap sebagian kecil dari total pendapatan dan laba bersih Unilever Indonesia. Secara proporsional, kontribusi usaha ini mencakup persentase kecil dari pendapatan dan laba Unilever secara keseluruhan, sehingga pelepasan bisnis ini dipandang tidak mengganggu kondisi finansial perusahaan secara substansial. Kesimpulan: Masa Depan Sariwangi & Fokus Baru Grup Djarum Dengan akuisisi merek teh Sariwangi, Grup Djarum memperluas portofolio bisnisnya di sektor makanan dan minuman, berpotensi membawa inovasi dan pertumbuhan baru untuk merek teh legendaris tersebut. Sementara Unilever Indonesia semakin memfokuskan bisnisnya pada segmen yang dianggap lebih strategis dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.