SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan. Yuni Putri Dewantara, S.M., M.M., dosen sekaligus konten kreator, berhasil meraih gelar doktor pada usia yang masih sangat muda, 25 tahun. Pencapaian ini semakin luar biasa karena di saat bersamaan ia juga masih aktif menempuh pendidikan strata satu (S1) jurusan Hukum semester 5. Keputusan Yuni mengambil S1 Hukum di tengah perjalanan studinya bukan tanpa alasan. Berasal dari keluarga berlatar belakang hukum, sejak kecil ia terbiasa berdiskusi dan memahami isu-isu hukum. Di sisi lain, minatnya pada dunia ekonomi membuatnya memilih jalur manajemen hingga tingkat doktoral. “Saya percaya bahwa proses pembelajaran tidak harus bersifat linier. Kombinasi antara hukum dan ekonomi justru saya pandang sebagai kekuatan, karena keduanya saling melengkapi dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kompleks di masyarakat,” jelasnya (30/9) Sebelum meraih gelar doktor di Untag Surabaya, Yuni menyelesaikan pendidikan S1 International Business Management di Universitas Ciputra Surabaya dengan predikat summa cum laude (IPK 3,94). Ia kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Manajemen (S2) di kampus yang sama dan kembali lulus summa cum laude (IPK 3,92). Setelah lulus, ia dipercaya menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya, mengajar di bidang manajemen dan bisnis. Tidak berhenti pada karier akademik, Yuni juga aktif sebagai konten kreator. Ia dikenal melalui berbagai endorsement di bidang lifestyle, kuliner (foodies), dan kecantikan (beauty). Aktivitas ini bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga membawanya lebih dekat dengan generasi muda. Yuni mampu menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas melalui konten kreatif yang positif dan inspiratif. Pada Jumat 26 September 2025, Yuni menjalani sidang promosi doktor Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya. Dalam sidang terbuka di Meeting Room Graha Wiyata, ia mempertahankan penelitian berjudul “Strategi Green Marketing Mix dalam Meningkatkan Green Purchase Decision dengan Mediasi Green Perceived Value dan Moderasi Environmental Knowledge pada UMKM Ecoprint di Gerbangkertosusila.” Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan strategi pemasaran berkelanjutan, khususnya bagi UMKM berbasis ramah lingkungan. Keberhasilan Yuni bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa lain di Indonesia. Menyelesaikan S3 di usia muda sembari mengajar, menempuh studi S1 hukum, dan aktif berkarya di media sosial membuktikan kemampuannya dalam mengelola waktu dan energi. “Ada hari-hari di mana saya benar-benar kehabisan energi. Tapi saya belajar bikin skala prioritas, belajar bilang ‘tidak’ ke hal-hal yang nggak urgent, dan memberi ruang untuk diri sendiri,” ungkapnya. Baginya, kunci pencapaian ini terletak pada keberanian untuk memulai. Ia menegaskan bahwa waktu yang tepat bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan diciptakan. Menurutnya, jika sudah memiliki niat dan rencana, maka cukup dijalani selangkah demi selangkah dengan berfokus pada kemungkinan yang ada, bukan pada kesulitannya. Ia juga mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk memberi dukungan lebih kepada mahasiswa berbakat. Menurutnya, akses dan kepercayaan adalah hal utama. “Mahasiswa berbakat itu banyak, tapi kadang kurang kesempatan. Kampus bisa bantu dengan program akselerasi, pembimbing suportif, beasiswa, dan ruang eksplorasi minat sejak awal,” ujarnya. Di akhir wawancara, Yuni menekankan bahwa pencapaian terbesar bukan semata soal gelar atau pengakuan, melainkan kemampuan untuk bertahan ketika segala sesuatu terasa berat. Ia mengajak generasi muda untuk menghargai proses diri sendiri, sekecil apa pun langkah yang dilakukan, serta tidak meremehkan diri hanya karena jalan yang ditempuh berbeda atau lebih lambat dari orang lain.