Netral English Netral Mandarin
09:46wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Gatot Ajak Mahasiswa Bangkit Saat Bangsa Tercabik-cabik, FH: Kasihan, Ngga Ada yang Mau Ngikutin Dia

Sabtu, 18-September-2021 13:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean mengomentari seruan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo agar mahasiswa dan pemuda bangkit dan bersatu di saat kondisi bangsa  tercabik-cabik seperti saat ini.

Ferdinand mengaku kasihan melihat Gatot karena tidak ada yang mau menuruti ajakan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun Twitternya, Jumat (17/9/2021). Ia mengunggah tangkapan layar artikel media dengan judul 'Gatot Nurmantyo Ajak Mahasiswa Bangkit Saat Bangsa Tercabik-cabik'.

"Kasihan..! Ngga ada yang mau ngikutin dia..!!" cuit @FerdinandHaean3.

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pembina Universitas Cokroaminoto, Gatot Nurmantyo mengajak mahasiswa bangkit menghadapi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Ajakan itu dilontarkan Gatot dalam orasi ilmiahnya pada sidang senat Universitas Cokroaminoto, Rabu (15/9/2021). 

Ia mengingatkan agar mahasiswa dan pemuda harus bersatu dalam ikatan nasionalisme disaat kondisi bangsa yang tercabik-cabik saat ini.

"Harmoni dan kohesivitas sosial masyarakat kita hari ini sangat terganggu dan tidak sehat lagi," ujar Gatot.

Pada kesempatan tersebut, Gatot juga menyinggung peran DPR sebagai penyambung lidah rakyat dan cengkraman oligarki yang telah menggurita di republik ini.

Peran DPR saat ini, menurut Gatot telah dilucuti kewenangannya dan hak-hak konstitusionalnya. Sehingga, hanya bisa berdiam diri lantaran 82 persen kekuatan partai politik telah bergabung dengan pemerintah.

"DPR jelas telah dilucuti kewenangan dan hak-hak konstitusionalnya," sesal Gatot.

Cengkraman oligarki juga bertambah kuat ketika biaya politik kian malah dengan adanya keketapan Presidensial Thereshold (PT) 20 persen.

"Sehingga timbullah kemudian kekuatan oligarki (penguasa dan pengusaha) yang sama-sama kepentinganya untuk melanggengkan kekuasaan," pungkas Gatot, dilansir dari RMOL. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati