KOREA, NETRALNEWS.COM – Tabir gelap di balik wajah mulus industri hiburan Negeri Ginseng kembali tersibak pada Sabtu (20/12/2025). Publik Korea Selatan digegerkan oleh mencuatnya kembali praktik medis bawah tanah yang dikenal dengan sebutan "Tante Suntik" atau Injecting Auntie. Skandal ini meledak usai komedian papan atas, Park Na-rae, diduga kuat menggunakan jasa tenaga medis tanpa lisensi resmi untuk mendapatkan infus kecantikan, pemulih kelelahan, hingga obat antidepresan secara ilegal di kediaman pribadinya. Kasus ini bermula dari temuan bahwa sang komedian menerima perawatan dari seorang wanita yang mengaku eks perawat rumah sakit, namun gagal menunjukkan izin praktik yang valid. Alih-alih mengunjungi fasilitas kesehatan resmi, Park Na-rae disinyalir memilih jalur pintas demi privasi dan kenyamanan, meski harus menabrak aturan hukum. Asosiasi Dokter Korea Selatan pun bereaksi keras, mendesak pemerintah segera memverifikasi kualifikasi "Tante Suntik" tersebut yang diduga juga melakukan pelanggaran berat seperti distribusi resep obat terlarang atas nama orang lain. Fenomena "Tante Suntik" sejatinya bukanlah barang baru dalam sejarah sosial Korea. Praktik ini sempat menjamur pada era 1970-an hingga 1980-an, di mana wanita paruh baya mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan layanan suntik layaknya adegan dalam film Memories of Murder. Ironisnya, di tengah kemajuan wisata medis Korea yang mendunia, metode kuno dan berisiko ini justru kembali diminati kalangan elit dan selebritas, bahkan sempat menyeret nama mantan Presiden Park Geun-hye beberapa tahun silam. Imbas dari skandal Park Na-rae kini meluas bak bola salju. Sejumlah nama besar lain seperti Key dari grup SHINee turut terseret spekulasi dan terpaksa mundur dari beberapa program acara, sementara Onew dan Jung-jae Hyung buru-buru membantah keterlibatan mereka. Kementerian Kesehatan setempat memperingatkan bahwa prosedur medis di luar lembaga resmi kecuali darurat adalah pelanggaran serius yang tidak hanya mencoreng citra fenomena Tante Suntik, tetapi juga membahayakan nyawa pasien demi obsesi cantik yang instan.