JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Greasing The Groove adalah metode latihan yang dikembangkan oleh instruktur kebugaran asal Belarus bernama Pavel Tsatsouline. Metode latihan ini menggunakan teknik repetisi yang banyak dan dilakukan setiap hari tanpa ada hari untuk istirahat. Metode latihan ini mengutamakan kekuatan neuromuscular atau kekuatan saraf otof, tubuh akan dilatih untuk menghasilkan tenaga untuk pola pergerakan tertentu dan membantu tubuh untuk meningkatkan performanya. Jika Anda seorang pelatih, anda pasti sudah tidak asing dengan kalimat 'practice makes perfect'. Sama halnya dengan metode latihan ini, banyaknya repetisi yang dilakukan semakin baik tubuh untuk melakukannya. Greasing The Groove dapat bekerja karena memfokuskan pada kualitas dari latihan, dimana latihan yang dihasilkan tidak membuat tubuh menjadi cepat lelah. Dengan latihan ini, tubuh dapat melakukan latihan setiap harinya dan seiring waktu akan bertambah repetisi pergerakannya. Dibandingkan dengan memaksakan tubuh melalui latihan yang memakan tenaga besar, Greasing The Groove memanfaatkan sistem saraf manusia untuk beradaptasi dengan pola pergerakan tertentu. Seperti otot kita, sistem saraf manusia juga dapat beradaptasi. Hasilnya adalah meningkatnya keterampilan teknik, menghasilkan energi yang lebih besar dan mempermudah tubuh untuk melakukan pola pergerakan tertentu pada saat latihan. Sebagai contoh, seseorang yang hanya bisa melakukan pull-up sebanyak 10 kali secara beruntun, jika dia ingin meningkatkan angkanya, maka dia harus melakukannya sebanyak 4-6 repetisi sehari. Sebagai pengingat, jangan sampai terjadi muscle failure atau kegagalan otot dalam melakukan latihan tersebut. Pada setiap repetisi, seseorang harus melakukannya secara perlahan dan menggunakan seluruh rentang geraknya. Lakukan latihan tersebut setiap hari, catat setiap minggu berapa banyak repetisi yang dapat dilakukan, jika meningkat maka Greasing The Groove berhasil.