JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hari ini, Minggu (2/4/2023), umat kristiani merayakan Hari Raya Minggu Palma. Perayaan apakah itu? Minggu Palma, atau secara resmi disebut Hari Minggu Palma Mengenangkan Sengsara Tuhan, adalah hari peringatan dalam liturgi Gereja Kristen, terutama Gereja Katolik Roma, yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19. Dalam perayaan ini dikenang peristiwa masuknya Isa Al Masih atau Yesus ke kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh orang banyak sebagai raja. Biasanya umat kristiani akan membawa daun palma ke gereja. Mereka kemudian melakukan arak-arakan atau disesuaikan dengan keadaan gereja masing-masing. Pastor akan memberkati daun palma dengan percikkan air suci. Setelah itu membagi-bagikannya pada umat. Dengan palma di tangan, umat akan melambai-lambaikan daun, diiringi nyanyian dan melanjutkan perarakan untuk memulai ibadah. Dilansir dari berbagai sumber, daun palem adalah simbol dari kemenangan. Daun palem ini membawa arti ke arah simbol Kristen. Daun palem digunakan untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian. Martir sering digambarkan dengan daun palem di antara tempat atau tambahan untuk instrumen dari kesyahidan. Kristus kerap kali menunjukkan hubungan daun palem sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Lebih jelas lagi, hal itu diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, ( Yohanes 12:12-13). Pada Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus. Oleh karena itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara. Daun Palma hijau dan segar yang sudah diberkati, selanjutnya akan dibawa oleh umat ke rumah masing-masing. Mereka akan memasang, dengan menyelipkannya di salib-salib yang ada di rumah. Daun Palma akan dipasang selama satu tahun lamanya, sampai pada perayaan Rabu Abu di tahun berikutnya. Saat Rabu Abu, daun palma sudah mengering, dibakar dan menjadi abu, lalu dibuat tanda salib pada kening umat sebagai tanda pertobatan. Setelah Minggu Palma, umat kristiani akan jalani masa ret-ret agung. Mereka akan merayakan Tri Hari Suci Paskah, yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci. Keesokan harinya, umat kristiani akan rayakan Hari Raya Paskah. Biasanya diisi dengan ibadah dan perayaan. Perayaan yang tersohor di antaranya lomba mencari telur atau menghias telur.