Netral English Netral Mandarin
03:48wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
HRS Patut Dilumuri Kotoran Manusia seperti M Kece? Christ: Komunis Saja yang Terus Ganggu Pak HRS

Selasa, 28-September-2021 10:12

Muhammad Kece dan Habib Rizieq Shihab
Foto : Kolase Indozone
Muhammad Kece dan Habib Rizieq Shihab
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai bandingkan antara Muhammad Kece yang dilumuri kotoran oleh Irjen Napoleon Bonaparte dengan Habib Rizeq Shihab (HRS), Ade Armando kena sentil tokoh asal Papua, Christ  Wamea.

Christ Wamea justru membela HRS dan menyebut para pengganggunya sebagai “komunis.”

“Komunis saja yg terus ganggu pak HRS,” kata Christ Wamea, Selasa 28 September 2021.

Untuk diketahui, pegiat media sosial Ade Armando sebelumnya mengkritik keras tindakan Irjen Napoleon Bonaparte memukuli serta melumuri wajah tersangka penistaan agama, Muhammad Kace alias Kece dengan kotoran manusia.

Ade kemudian membandingkan kasus penganiayaan tersebut dengan kasus Habib Rizieq Shihab.

“Dia (Irjen Napoleon) bisa saja marah terhadap Kece, tapi sebagai hamba hukum seharusnya dia sadar bahwa supremasi hukum harus ditegakkan demi kebenaran dan keadilan,” kata Ade dalam video yang ditayangkan di channel YouTube CokroTV, seperti dilihat, Senin (27/9/202).

Ade menilai tindakan Irjen Napoleon terhadap Kace merupakan kriminal. Irjen Napoleon, terang Ade, tidak berhak memukuli serta melumuri tahanan lain dengan kotoran, meski dengan dalih agama

“Sekarang saya balik misalnya kalau Kece boleh dipukuli oleh Napoleon, bolehkah Rizieq dipukuli dan wajahnya dilumuri kotoran karena ia sangat menghina agama lain? Sementara penodaan agama adalah kejahatan luar biasa,” ucap Ade.

“Jawabannya tentu saja tidak boleh, dan itulah yang seharusnya diterapkan dalam kasus Kece,” tambahnya.

Dia menilai kasus penganiayaan Napoleon kepada Kece dapat membuka mata terhadap sisi hitam kelompok-kelompok Islam. Menurutnya, kelompok yang membenarkan tindakan Napoleon karena berdalih membela agama adalah tidak benar.

“Mereka pengecut, mereka tidak peduli dengan supremasi hukum, mereka tidak memiliki akal sehat. Karena itu, mari terus gunakan akal sehat, karena hanya kalau kita terus berjuang dengan akal sehat negara ini akan selamat,” ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani