Netral English Netral Mandarin
02:50wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Ibas Ingatkan Jokowi Jangan Ada Proyek Mangkrak, Netizen: Bagaikan Menatap Cermin Ngomongnya

Selasa, 14-September-2021 17:25

Politisi Partai Demokrat yang merupakan putra bungsu Susilo Bambang Yodhoyono (SBY), Ibas Yudhoyono
Foto : Istimewa
Politisi Partai Demokrat yang merupakan putra bungsu Susilo Bambang Yodhoyono (SBY), Ibas Yudhoyono
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gegara ingatkan Presiden Jokowi agar tidak ada proyek mangkrak, Putra bungsu Susilo Bambang Yodhoyono (SBY), Ibas Yudhoyono justru dibully banyak netizen. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 14 September 2021, banyak sekali netizen justru menyebut agar Ibas melihat cermin. 

MLT: “Dengarlah wahai Rakyatku....”

Sbudierhade Rahardjo:  “KACA MANA CERMIN. KACACERMIN aja ga dipake, lha ya jelas, mangkrak adalah seni hidup demokerok, nyolong tujuannya, hoax jalannya.”

Lisa Ocha:"Keluarga mrk amnesia mgkn."

Wongso Suseno: “Kalo dirumah gak ada kaca spion pake air disumur.”

Tanto Tan: “Wkwkwkkkk... bagaikan menatap cermin ngomongnya.”

Sebelumnya, Politisi Partai Demokrat, Ibas Yudhoyono mengingatkan Presiden Jokowi tetap melanjutkan sejumlah proyek yang telah dikerjakan sejak lama. Sebab, meski pandemi belum reda, pembangunan harus tetap berjalan.

Pada rapat kerja (raker) DPR yang dilakukan secara hybrid, Ibas mengatakan, program yang pernah direncanakan atau sudah ada misalnya saat era Presiden SBY bisa dikebut dan diselesaikan dengan tuntas.

“Jujur, kita ini ingin ‘gunting pita Presiden’ ini terus berlanjut. Apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon. Kalau bisa itu kereta cepat juga selesai,” ujar Ibas dalam keterangannya, dikutip Selasa 14 September 2021.

Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.idPresiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.idWakil Ketua Badan Anggaran DPR tersebut menjelaskan, meski tak semua proyek mendapat sambutan baik dari rakyat, namun apa yang telah dimulai harus segera dituntaskan. Misalnya, kata Ibas, proyek kereta cepat maupun pembangunan jalan raya.

“Saya pernah menengok langsung bersama anggota DPR RI Komisi VI. Meski proyek kereta cepat ini menuai pro dan kontra, saya yakin rakyat akan senang jika selesai. Atau Trans-Sumatra misalkan yang sudah banyak dibahas.”

“Saya juga bermimpi, mewakili Dapil Jatim VII, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas,” tuturnya.

Ibas pun mempertanyakan peta jalan pembangunan di masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Di mana, menurutnya, di era Presiden SBY dikenal dengan istilah MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

“Kalau proyek kecil seperti JLS saja tidak tuntas, saya jadi tidak yakin apakah pemerintah memiliki kemampuan fiskal yang cukup besar, sebut saja penyelesaian Ibu Kota Negara (IKN) contohnya. Bukan hanya sekedar roadmap pembiayaan (untuk saat ini saja), tapi yang berkelanjutan,” terangnya.

Lebih jauh, Ibas menjelaskan, ekspansi fiskal memang diperlukan dalam pemulihan ekonomi saat ini. Namun demikian, dirinya juga mengingatkan agar pemerintah tak melupakan proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan.

“Di satu sisi, ekspansi fiskal diperlukan untuk penanggulangan Covid-19. Supaya pemulihan ekonomi dan pelaksanaan jaminan perlindungan sosial dapat dilakukan secara cepat, tepat dan efektif.”

“Tapi terkadang apakah kita ini harus agresif dengan tidak memperlihatkan beberapa hal yang lain? Agresif sih boleh, tapi harus masuk akal. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingat, kita perlu kesinambungan fiskal antargenerasi,” kata dia

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani