JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beberapa waktu belakangan istilah self healing begitu sering kita dengar dan konon cukup efektif untuk mengatasi penyakit hati dan trauma. Sebenarnya dalam agama sendiri Allah Swt telah memberikan petunjuknya mengenai hal ini. Lalu apa yang dimaksud self healing dalam Islam? Secara umum arti self healing sendiri adalah suatu proses yang dilalui seseorang untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Dari namanya kita tentu sudah dapat menebak bahwa proses tersebut dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri dan hasilnya tentu untuk dirinya juga. Sejarah mencatat Rasulullah sendiri pernah mengalami proses tersebut, yaitu saat beliau menyepi di Gua Hira dengan bertafakur akan kebesaran-Nya. Allah Swt berfirman dalam QS: Ar-Rad:28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” Ayat tersebut merupakan petunjuk bahwa Allah akan selalu bersama umat-Nya bagaimanapun terpuruknya kondisi kita. Untuk itu kita perlu mendekat kepada Sang Pencipta dapat kita lakukan dengan ibadah-ibadah berikut. Rumus Self Healing Dalam Islam Bagi umat Islam healing adalah sarana untuk kembali mendekat kepada Allah swt dengan cara-cara sesuai syariat Islam. Ustadz Hafidzul Ahkam bahkan menyarankan untuk melakukan healing setiap hari, mengingat syetan tak henti-hentinya mengganggu untuk merusak batin umat Islam. Selanjutnya beliau membagikan metodenya. Membaca Al-Qur’an dan Maknanya Membiasakan diri membaca Al-Qur’an dalam keseharian bukan lagi sesuatu yang sulit dikerjakan. Apalagi sekarang tersedia aplikasi www.tafsirweb.com Al-Qur’an digital lengkap dengan terjemah dan tafsirnya dari sumber-sumber terpercaya yang bisa sewaktu-waktu diakses. Sementara untuk yang belum lancar tadarus Al-Qur’an, sarana untuk belajar juga tersedia demikian lengkap, salah satunya www.bisaquran.com. Metode belajar membaca Al-Qur’an online yang dapat dilakukan secara mandiri. Namun hanya membaca saja ternyata belum cukup. Masih menurut Ustadz Hafidzul Ahkam kita juga perlu menelaah, mencari makna yang terkandung dalam ayat-ayat yang dilantunkan atau tadabbur Qur’an. Ini merupakan suatu upaya untuk mendapatkan solusi dari permasalahan kita. Menurut da’i muda, Ustadz Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor, mentadabburi Al-Qur’an merupakan bentuk dialog umat muslim bersama Rabb-nya. Kita dapat mencari surat-surat yang sekiranya berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi untuk mendapatkan jawaban yang dapat menenangkan dan menghibur hati kita. Ini karena Al-Qur’an Allah Swt turunkan untuk menjadi petunjuk bagi orang yang beriman untuk mencapai ridha-Nya dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mendirikan shalat malam Selanjutnya, dalam tuntunan agama Islam self healing terbaik adalah dengan menjalankan shalat malam. Ustadz Ahkam mengatakan bahwa salah satu manfaat shalat malam adalah dapat melembutkan hati yang keras. Sementara hati yang membatu akan menyulitkan seseorang untuk menerima masukan, nasihat, termasuk solusi atas permasalahannya dari orang lain. Mengenai shalat malam, Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Isra’ Ayat 79 79. Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Jika dikaitkan dengan proses healing, dengan qiyamul lail ini Dia akan mengangkat derajat hamba-Nya, menjadikannya lebih “besar” dibanding masalah yang dihadapi. Ibadah ini kita lakukan untuk bertafakur dan bersyukur kepada-Nya, atas segala nikmat yang tiada hentinya. Berkumpul dengan orang-orang alim Orang-orang alim atau sholeh artinya adalah orang yang dekat dan memahami ilmu agama. Dengan begitu solusi yang mereka berikan mustahil menyimpang dari syariat agama. Ini dapat kita lakukan dengan rajin mengikuti kajian, menjalin pertemanan atau mengisi circle kita orang-orang yang taat beragama. Dengan begitu lambat-laun perilaku mereka-mereka ini akan menular kepada diri kita. Nabi Muhammad saw bersabda kepada Ibnu Mas’ud r.a., “Wahai Ibnu Mas’ud, dudukmu sesaat di dalam suatu majelis ilmu, tanpa memegang pena dan tanpa menulis satu huruf (pun) lebih baik bagimu daripada memerdekakan seribu budak. Pandanganmu kepada wajah seorang yang berilmu lebih baik bagimu daripada seribu kuda yang kau sedekahkan di jalan Allah. Dan ucapan salammu kepada orang yang berilmu lebih baik bagimu daripada beribadah seribu tahun.” Dari hadits tersebut kita mengetahui betapa pentingnya berkumpul bersama orang-orang shaleh dalam suatu majelis ilmu. Perbanyak puasa Selanjutnya self healing adalah upaya untuk menundukkan nafsu yang dapat kita lakukan dengan rajin berpuasa. Dalam kitab Maulid Burdah, Imam al-Bushiri mengungkapkan: “Nafsu ibarat anak kecil yang bila engkau biarkan terus menyusu, akan semakin besar keinginannya untuk menyusu. Bila engkau menyapihnya, ia akan berhenti”. Perasaan lapar adalah cara terbaik untuk menguasai nafsu dan para nabi terdahulu telah memberikan teladannya dengan rajin berpuasa. Manfaatnya adalah untuk mengekang hawa nafsu sehingga hati kita menjadi bersih dan sembuh dari lukanya. Puasa juga dapat membantu mengembalikan pola pikir kita sebagai muslim. Ini artinya berfokus hanya untuk mengharap ridha-Nya, alih-alih memikirkan masalah-masalah yang berkaitan dengan dunia semata. Memperpanjang berdzikir Ustadz Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor mengatakan bahwa metode healing ini cukup mudah dikerjakan namun sering terlupakan. Dzikir juga dapat bermakna mengingat Allah Swt dalam setiap aktivitas yang dikerjakan. Inilah yang nantinya akan menenangkan hati kita, meneguhkan tekad, serta terbebas dari keragu-raguan dan prasangka buruk yang datangnya dari syetan. Dalam QS. Ar-Ra’d Ayat 28 dan 29, Allah swt berfirman: 28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. 29. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. Dari kedua ayat tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dzikrullah dengan lisan hendaknya juga diikuti amal shaleh sebagai penenang hati. Penutup Self healing dalam Islam maknanya adalah mendekat kepada-Nya dengan beribadah dalam rangka menentramkan batin dan mengobati penyakit dalam hati. Ini dapat dilakukan dengan tadabbur Al-Qur’an, shalat malam, berpuasa, bersahabat dengan orang-orang alim, dan dzikrullah.