Netral English Netral Mandarin
03:16wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Isu PKI Naik Kembali, Politikus Partai Ummat: Konsekuensi Membantai 7 Jenderal, Harus Diterima dengan...

Minggu, 05-September-2021 12:09

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Merdeka.com
Mustofa Nahrawardaya
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bulan September kembali tiba dan isu PKI kembali naik. 

“Masuk september isu PKI milai naik ....,” cuit akun Twitter RomeoTam @RTam98578519

Politikus Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya  menanggapi pernyataan tersebut.

“Konsekuensi membantai 7 Jenderal. Harus diterima dgn lapang dada,” kata Mustofa Nahrawardaya, Minggu 5 September 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, DPRD Kabupaten Pacitan menggelar sidang paripurna, Selasa (24/8/2021). Hanya saja rapat dengan agenda 'Pengambilan Keputusan Raperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah' itu tidak dihadiri Fraksi PDIP Pacitan.

"Fraksi PDIP. Jumlah 6 anggota, tidak hadir 6 anggota," ucap Zahra, karyawati DPRD yang bertugas membacakan daftar hadir persidangan.

Adapun keeanam anggota Fraksi PDIP yang tidak dapat mengikuti sidang paripurna antara lain: Eko Setyoranu, Suraji, Heru Setyanto, Widadi, Heriyanto, dan Melia Widiyana.

"Keterangan tidak hadir acara partai," terang petugas.

Rupanya keputusan tidak ikut serta dalam sidang paripurna berkaitan dengan kejadian menimpa kantor partai banteng moncong putih. Yakni aksi vandalisme yang menyasar bangunan di Jalan WR Supratman.

Ketua DPC PDIP Pacitan, Eko Setyoranu menyebut apa yang dialami partainya merupakan ujian. Oleh karena itu, seluruh unsur partai, baik kader maupun simpatisan tengah merapatkan barisan.

"Kawan-kawan fraksi ini kan diberangkatkan dari partai diangkat dari rakyat. Ini permintaan saya harus kompak satu bahasa yang baik menyikapi hal yang terjadi," kata Eko kepada detikcom Selasa (24 /8/2021).

"Sudah kami sampaikan kepada Ketua DPRD dan Pak Bupati," terangnya terkait ketidakhadiran dalam sidang paripurna.

Berkaitan dengan kasus corat-coret, Eko berharap petugas segera mengungkap pelakunya. Pun penyelesaiannya pun harus dilakukan sesuai hukum yang berlaku. Itu untuk memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang.

Pihaknya juga menyayangkan terjadinya tindakan melawan hukum tersebut. Apalagi selama ini karakter masyarakat Kota 1001 Gua dikenal sopan dan santun. Demikian pula kondisi keamanan relatif kondusif.

"Kami menginstruksikan kepada struktural, jajaran, kader, dan simpatisan partai jangan terpancing. Biar nanti aparat hukum yang akan menentukan itu," tandasnya.

Sebelumnya, aksi vandalisme terjadi di Kantor DPC PDIP Pacitan. Sedikitnya ada 3 coretan di kawasan tersebut. Semuanya bertuliskan 'PKI'. Tulisan serupa juga ditemukan di perempatan JLS.

Coretan pertama terdapat pada simbol kepala banteng yang merupakan bagian dari papan nama kantor. Berikutnya tulisan serupa juga ditemukan di tembok dan kaca kantor. Kasus itu tengah ditangani polisi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli