JAKARTA - Per 14 Februari 2025, harga logam mulia, khususnya emas, menunjukkan tren kenaikan. Menurut data dari Logam Mulia Antam, harga emas per gram mencapai Rp1.701.000. Kenaikan harga emas ini memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian. Salah satunya adalah peningkatan minat investor untuk mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap aman, seperti emas, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi atau inflasi. Hal ini meningkatkan permintaan emas di pasar. Dari sisi penawaran, produksi emas cenderung stabil dan tidak dapat dengan cepat menyesuaikan dengan lonjakan permintaan. Proses penambangan dan produksi emas memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan, sehingga penawaran emas tidak mudah ditingkatkan dalam jangka pendek. Akibatnya, ketika permintaan meningkat tajam sementara penawaran tetap, harga emas cenderung naik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas antara lain inflasi, kebijakan moneter, kondisi geopolitik global, dan fluktuasi nilai tukar mata uang. Saat inflasi meningkat, daya beli mata uang menurun, sehingga investor mencari aset yang dapat mempertahankan nilai, seperti emas. Selain itu, ketidakpastian politik dan ekonomi global mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven seperti emas. Kenaikan harga emas turut dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, mengalami penurunan sebesar 0,61 persen menjadi 107,32. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami penurunan, meskipun laporan terbaru mengenai inflasi produsen menunjukkan bahwa proses disinflasi di AS mulai melambat. Dari sisi kebijakan perdagangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik, yang berpotensi menambah ketidakpastian ekonomi global. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS akan menerapkan kebijakan serupa terhadap negara-negara yang mengenakan tarif pada AS. Hal ini semakin meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Secara keseluruhan, kenaikan harga emas dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara permintaan yang meningkat dan penawaran yang relatif tetap, serta berbagai faktor ekonomi dan politik global.