JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di Desa Panton Rayeuk Teungoh dan Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. Masyarakat mengeluhkan adanya pencemaran udara dan pencemaran limbah beracun yang diduga berasal dari perusahaan minyak dan gas PT Medco Malaka. Menurut pernyataan Muhammad Nuraqi pada salah satu media di Aceh, bau sangat menyengat menyebar ke daerah sekitar lapangan perusahaan, hingga mengakibatkan puluhan warga keracunan gas berbahaya tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari polusi pengolahan minyak dan gas ini sangat berbahaya, apalagi untuk masyarakat disekitar lapangan perusahaan. Banyak masyarakat sampai jatuh sakit akibat keracunan gas berbahaya. Masyarakat sudah menuntut protes pihak perusahaan mengenai tanggung jawab mereka pada lingkungan sekitar dan meminta untuk melakukan perubahan dalam proses produksinya. Menurut keterangan dari pihak PT Medco malaka, mereka merasa sudah bertanggung jawab atas masalah ini. Perusahaan sudah menanggung semua biaya rumah sakit dan juga memberikan bantuan logistik pasa masyarakat. Dan pihak perusahaan juga sudah meneliti tempat kejadian perkara, dan mereka menolak bahwa polusi limbah tersebut berasal dari perusahaannya. Pihak Lingkungan Hidup Aceh Timur, masih terus memantau daerah sekitar lapangan untuk memastikan keadaan disana aman untuk masyarakat disekitar lapangan. Harusnya pemerintah juga ikut turun tangan terhadap masalah ini. Agar pencemaran lingkungan tidak terus berlanjut dan merugikan masyarakat sekitar. Menindak tegas untuk para perusahaan agar menerapkan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dengan baik dan benar. Disarankan untuk PT Medco Malaka agar lebih memperhatikan terkait CSR yang akan diterapkan, apakah itu sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Juga agar tidak terjadi salah paham masyarakat yang menganggap perusahaan tidak bertanggung jawab.