PEKALONGAN – Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, H. Rizal Bawazier, melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekalongan dengan misi memperkuat literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda. Dalam acara talkshow bertajuk "Investasi Cerdas: Berkah Dunia Akhirat", legislator yang akrab disapa RB ini berbagi ilmu langsung dengan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) Kunjungan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa di Kota Batik untuk mendalami strategi pengelolaan keuangan yang selaras dengan nilai-nilai agama, sekaligus memahami peran investasi dalam pembangunan nasional. Mengakar di Kota Batik, Membangun Ekonomi Syariah Sebagai wakil rakyat dari Dapil X Jawa Tengah (Pekalongan, Batang, dan Pemalang), Rizal Bawazier menyoroti potensi besar ekonomi syariah di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa ekonomi syariah bukan hanya soal label, melainkan sistem yang menjamin keadilan bagi semua pihak. “Kekayaan yang berkah bukan diukur dari seberapa banyak yang kita kumpulkan, tapi seberapa banyak manfaat yang bisa kita sebarkan,” tegas Rizal Bawazier saat berbicara di Ballroom Dafam, Pekalongan. Menghindari Riba, Memburu Keberkahan Dalam sesi edukasinya, Rizal yang juga merupakan pengusaha sukses ini membedah prinsip dasar investasi syariah agar mahasiswa tidak terjebak pada praktik keuangan yang merugikan. Ia menjelaskan poin-poin penting dalam ekonomi syariah, seperti: Penghapusan Riba: Menghindari sistem bunga yang memberatkan masyarakat. Transparansi Akad: tidak ada unsur Gharar (ketidakpastian) dalam bertransaksi. Sektor Halal: Mendorong aliran modal hanya pada industri yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial. Komitmen Komisi VI DPR RI untuk Mahasiswa Kehadiran Rizal Bawazier dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) DPD IMM Jawa Tengah ini menjadi bukti nyata komitmennya di Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, industri, dan persaingan usaha. Ia ingin memastikan siswa di Dapil-nya memiliki kompetensi finansial yang kompetitif. “Mahasiswa UMPP harus menjadi pelopor ekonomi syariah di Pekalongan. Dengan literasi yang kuat, kalian tidak hanya akan menjadi penonton, tapi pemain utama dalam ekonomi nasional yang memberikan kontribusi,” tambahnya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya mahasiswa yang aktif bertanya mengenai tantangan memulai bisnis dan investasi di usia muda. Melalui edukasi ini, Rizal Bawazier berharap lahir pengusaha-pengusaha baru dari Pekalongan yang memegang teguh prinsip kejujuran dan keberkahan dalam berbisnis.