BEKASI, NETRALNEWS.COM – Mahasiswa BSI Kaliabang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMP Pondok Pesantren Daruttaubah, Bekasi, pada Jumat, (24/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Cara Menjaga Identitas Nasional di Era Gempuran Budaya Asing.” Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan mahasiswa kepada para santri sebagai generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak santri untuk memahami pentingnya menjaga identitas nasional di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang masuk melalui teknologi, media sosial, dan gaya hidup. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa identitas nasional tidak hanya terbatas pada simbol negara, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, serta rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. Kegiatan ini diketuai oleh Azzahra Salsabila Reza yang menekankan pentingnya kemampuan santri dalam menyaring pengaruh budaya asing. Ia menyampaikan bahwa budaya asing sangat mudah masuk melalui media sosial dan tontonan digital, sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah nilai-nilai yang sesuai dengan jati diri bangsa. Materi juga membahas fenomena identity blur, yaitu kondisi ketika seseorang mulai kehilangan jati diri akibat terlalu mengikuti budaya luar tanpa penyaringan. Oleh karena itu, mahasiswa mendorong santri untuk bersikap selektif dengan mengambil nilai-nilai positif tanpa meninggalkan identitas bangsa, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan budaya lokal. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan langkah-langkah sederhana dalam menjaga identitas nasional, seperti mencintai produk lokal, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, memahami nilai-nilai Pancasila, serta menghormati keberagaman. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi mengenai pengaruh budaya asing dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung dalam suasana aktif dan komunikatif. Para santri turut menyampaikan pendapat mengenai cara menjaga identitas nasional di lingkungan pesantren dan sekolah, seperti mengikuti upacara dengan tertib, menghormati guru, serta menggunakan bahasa yang santun. Kepala SMP Pondok Pesantren Daruttaubah, Ridwan Rotok Wara, S.T., M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai bahwa pembahasan mengenai identitas nasional sangat penting bagi pelajar, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan masuknya budaya asing ke dalam kehidupan generasi muda. Ia juga mengapresiasi materi yang disampaikan karena dinilai relevan dan mampu menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman dalam bersikap. Melalui kegiatan ini, mahasiswa BSI Kaliabang berharap para santri dapat memahami bahwa menjaga identitas nasional dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencintai budaya Indonesia, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, menghargai perbedaan, serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini ditutup dengan sesi tanya jawab berhadiah, pembagian suvenir, serta dokumentasi bersama. Dalam pelaksanaannya, Azzahra Salsabila Reza, Adam Julian, Carmel Pebrianty, Rohmah Hayyu Seroja, dan Della Carissa berperan sebagai tutor. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda dalam menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi.