SURABAYA– Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Non Reguler (PM-NR) 12 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut diwujudkan melalui pendampingan dan pemberian Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pecel di RW 02 Kelurahan Semolowaru, Surabaya. Dalam kegiatan yang berfokus pada Pilar Ekonomi ini, mahasiswa PM-NR 12 melakukan observasi dan diskusi langsung dengan mitra UMKM, yaitu Bapak Mahmud, yang menjalankan usaha produksi bumbu pecel. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan usaha, proses penggilingan kacang pecel yang masih dilakukan secara manual dinilai memerlukan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang cukup besar. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, salah satu mahasiswa PM-NR 12, Riko Andi Setiawan, bersama tim merancang dan membuat sebuah alat penggiling kacang pecel otomatis skala UMKM. Alat ini dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi proses produksi, mempercepat waktu pengolahan, serta menghasilkan tekstur bumbu pecel yang lebih konsisten. Menurut Riko, inovasi ini merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami berharap alat penggiling kacang pecel otomatis ini dapat membantu meningkatkan produktivitas usaha milik Bapak Mahmud. Dengan adanya teknologi tepat guna, proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu mendukung perkembangan UMKM di lingkungan Semolowaru,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Mahmud menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh mahasiswa Untag Surabaya. Menurutnya, alat tersebut sangat membantu dalam proses produksi sehari-hari yang sebelumnya membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program KKN tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, diharapkan lahir berbagai solusi kreatif yang mampu mendorong daya saing usaha lokal di tengah perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi saat ini. Program Pemberdayaan Masyarakat Non Reguler 12 Untag Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran alat penggiling kacang pecel otomatis ini diharapkan menjadi langkah awal menuju UMKM yang lebih modern, produktif, dan mandiri.