SURABAYA, NETRALNEWS.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) NR 9 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar sosialisasi Program Jimpitan Beras di RW 5 Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan warga sekaligus menghidupkan kembali tradisi gotong royong yang mulai berkurang di tengah kehidupan perkotaan. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja Pilar Kemasyarakatan KKN NR 9 ini mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Estik Hari Prastiwi, S.E., M.M. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Lurah Pucang Sewu, Ketua RW 5, serta para Ketua RT di lingkungan setempat. Program Jimpitan Beras digagas sebagai respons terhadap kondisi sosial masyarakat RW 5 yang masih memiliki sejumlah warga lanjut usia dan keluarga yang membutuhkan bantuan pangan. Melalui program ini, warga diajak untuk menyisihkan sebagian kecil beras secara sukarela yang nantinya dikelola sebagai cadangan pangan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat. Pelaksanaan program memanfaatkan forum Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang telah rutin berjalan di setiap RT. Beras yang terkumpul akan dikelola secara bertanggung jawab oleh pengurus lingkungan dan digunakan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun kondisi kedaruratan. Ketua RW 5 Pucang Sewu menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, program jimpitan menjadi bentuk kepedulian sosial yang lahir dari masyarakat untuk masyarakat. "Saya sangat setuju dengan program ini karena yang membantu adalah tetangga sendiri. Di sini masih banyak warga lansia dan masyarakat yang membutuhkan. Program ini dapat mempererat hubungan antarwarga sekaligus membantu mereka yang membutuhkan," ujarketua RW 5 saat kegiatan sosialisasi berlangsung. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, pengelolaan program dilengkapi dengan sistem pencatatan dan pelaporan yang transparan. Setiap pemasukan dan penyaluran beras akan didokumentasikan oleh pengurus lingkungan dan dilaporkan secara berkala kepada warga. Bantuan beras diprioritaskan bagi warga yang mengalami kondisi mendesak, seperti lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas tanpa penghasilan tetap, keluarga yang tertimpa musibah, maupun warga prasejahtera yang menghadapi kesulitan pangan. Melalui program ini, mahasiswa KKN NR 9 UNTAG Surabaya berharap budaya gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Program Jimpitan Beras juga diharapkan dapat dikelola secara mandiri oleh warga setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.