JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada banyak Hal yang membuat perdebatan di ruang publik menjadi tidak berkualitas dan sangat subjektif. Salah satunya adalah logical fallacy atau kesalahan dalam berpikir. Hal itu bisa terjadi secara disengaja maupun tidak, terutama ketika seseorang menggunakan pendapatnya yang keliru secara logika, untuk mematahkan pendapat orang lain. Jika diperhatikan, hal seperti ini kerap terjadi di media sosial. Contohnya, selama beberapa bulan ke depan kita akan melakukan pemilihan umum di tahun 2024 serta berbagi isu yang dipertanyakan kebenarannya, akan beredara di sosial media dan membuat orang terjebak dengan debat yang dapat menimbulkan kebencian satu sama lain. Ada beberapa tipe logical fallacy yang perlu kamu ketahui, agar kamu tidak terjebak dalam debat kursi yang berujung terbawa perasaan sendiri, Mari kita simak! 1. Ad-Hominem Menyerang karakter atau kehidupan personal lawan untuk melumpuhkan argumennya. 2. Anecdotal Menggunakan cerita personal untuk membuktikan "fakta" universal. Khusunya untuk melumpuhkan data atau stastistik. 3. Appeal to Emotion Memanipulasi tindakan emosional (seperti tangisan dan amarah) untuk membuktikan sebuah pendapat. 4. Hallo Effect Menggunakan pendapat orang sebagai "expert" atau ahli, padahal sebenarnya bukan. 5. The Texas sharpshooter Memilih data sebagai pendukung pendapatnya saja. 6. Burden of Proof Bahwa pembuktian keaslian sebuah argumen tidak berada di orang yang membuat argumen, namun pada kemampuan orang lain untuk membuktikan argumen itu salah. 7. Loaded Question Menanyakan kembali sebuah asumsi kepada orang yang mengeritiknya, sehingga tidak bisa dijawab tanpa sang pengeritik terlihat bersalah. 8. Appeal of Authority Karena atasan atau figur berotoritas mengarapkan Hal itu benar, maka hal itu pasti benar adanya. 9. Bandwagon Merujuk pada popularitas atau fakta bahwa banyak orang menerima sesuatu sebagai kebenaran, maka hal itu adalah kebenaran. 10. Tu Quoque Menghindari kritikan dengan cara mengeritik kembali orang yang mengeritiknya. 11. Slippery slope Berpendapat bila kita membiarkan A terjadi, maka Z akan terjadi juga oleh karena itu tidak boleh membiarkan A terjadi. 12. Composition/ Division Berasumsi bila mana sebuah prinsip benar untuk sebuah kondisi, maka kondisi itu akan berlaku untuk kondisi lainnya juga. Nahhh. Sekarang sudah tahu kan berbagi jenis dari sesat logika dalam beragumen. Jadi yang mana yang sering kamu alami atau lakukan saat bermedia sosial? Mulai sekarang yuk diingat! Jadi agar kedepannya kamu tidak terjebak lagi logical fallacy di media sosial, hanya karena merasa perlu membela sesuatu atau seseorang. Lebih baik di cerna terlebih dahulukan infomasi yang kamu terima, sebelum memulai debat kursi yang tidak sehat itu!. Jadi mulai sekarang yuk kita coba berfikir positif sebelum bermain media sosial. Contohnya seperti berkomentar bahkan menanggapi sebuah berita yang kamu terima. Jangan sampai salah sumber dan salah fakta ya!. Semangat terus menjaga kesehatan mental kita melalui gerakan bijak menggunakan media sosial Penulis: Rismayanti