3
Netral English Netral Mandarin
01:46 wib
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga dan stafnya diketahui menerima suntik vaksin virus corona (Covid-19) secara gratis. Pakar menyebut Virtual Police atau Polisi Virtual yang diluncurkan Bareskrim Polri membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat di media sosial.
Menteri PUPR Jengkel Anies Susah Diajak Kerja Sama Soal Banjir Jakarta, DS: Bukan Susah, Emang Anies Gak Ngerti

Minggu, 21-Februari-2021 14:00

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bencana banjir yang tidak pernah hilang dari Jakarta membuat masyarakat lelah. Namun, menurut Sekertaris Jendral PDIP Hasto Kristianto, pemerintah pusat melalui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah berusaha untuk bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta menangani banjir.

Hanya saja, Menteri Basuki, kata Hasto mengeluh karena susah bekerjasama dengan Anies Baswedan untuk tangani banjir di Jakarta ini. Pegiat media sosial, Denny Siregar pun ikut berkomentar. Menurutnya, Anies bukan susah diajak bekerjasama, karena sebenarnya Anies tidak mengerti apa yang dimaksud Menteri Basuki.

 “Bukan susah kerjasama, pak Bas.. Emang doi gak ngerti apa yang pak Bas maksud.

Harusnya kalo ngobrol ama @aniesbaswedan pake kelir, baru doi ngangguk2,” tulis Denny di akun Twitternya, Minggu (21/2/2021).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sempat marah-marah karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menangani banjir Jakarta.

"Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” ungkap Hasto.

Hal itu disampaikannya sebelum memulai acara Program Gerakan Penghijauan dan Bersih-Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS), Cinta Ciliwung Bersih, di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Minggu (21/2/2021).

Karena menurut Hasto, banjir sangat merugikan warga. Dia pun bisa merasakan bagaimana kerugian warga yang terdampak banjir.

Pasalnya, kediaman Hasto di Villa Taman Kartini, Bekasi, pun ikut kebanjiran. Ini sudah tahun ketiga dia merasakan kebanjiran.

“Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada dimana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit," ucap Hasto.

"Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir," imbuhnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati